RADARTUBAN - Seorang remaja perempuan berinisial NAP, 15, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih bergulat dengan trauma mendalam usai menjadi korban pencabulan oleh pamannya sendiri pada tahun 2022.
Kasus ini terungkap belakangan setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Komnas PA DKI Jakarta.
Kronologi kejadian
Kejadian terjadi di Petogogan, Kebayoran Baru, saat NAP masih anak-anak di bawah pengawasan paman berinisial MH, 43, orang terdekat keluarga.
Pelaku memanfaatkan kedekatan itu untuk melakukan perbuatan asusila berulang kali, meninggalkan NAP dengan kondisi psikologis yang rapuh.
Korban kini sering mengalami depresi, kejang berulang, dan gangguan kesehatan yang mengganggu aktivitas sekolahnya.
Orang tua NAP mengaku terbebani biaya konsultasi psikiater yang mahal, sementara proses hukum pelaku masih berjalan lambat.
Keluarga NAP telah berupaya mencari bantuan penyembuhan trauma, namun biaya pengobatan menjadi penghalang jiwa utama di tengah kondisi ekonomi terbatas.
Mereka mendesak lembaga-lembaga terkait seperti Komnas PA untuk mempercepat penanganan dan dukungan medis bagi korban.
Kasus ini menyoroti kerentanan anak terhadap kekerasan dari lingkungan terdekat, dengan dampak jangka panjang yang memerlukan intervensi segera dari pemerintah dan lembaga sosial. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama