Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Putus Asa Bukan Hanya Perasaan Dewasa Saja: 4 Emosi yang Diderita Anak Menurut Psikolog

Ika Nur Jannah • Selasa, 10 Februari 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi anak yang sedang putus asa
Ilustrasi anak yang sedang putus asa

RADARTUBAN - Putus asa sering dianggap sebagai emosi orang dewasa sama yang mengalami padahal anak-anak juga bisa mengalami kondisi ini, terutama ketika menghadapi tekanan berkepanjangan di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosialnya.

Psikolog klinis anak sekaligus dosen psikologi, Reti Oktani, M.Psi., mengungkap setidaknya ada empat perasaan utama yang kerap muncul ketika anak menunjukkan sikap seperti putus asa.

Baca Juga: Warga Isyaratkan Putus Asa Akibat Banjir, Bendera Putih Berkibar di Aceh Langsung Jadi Sorotan Media Asing

Perasaan Tidak Berharga Dalam Diri Anak

Salah satu emosi pertama yang dirasakan anak saat terlihat putus asa adalah rasa tidak berharga atau merasa dirinya “tidak bermakna”.

Menurut Reti, banyak anak menyimpulkan bahwa kehadiran mereka justru menjadi beban, terutama jika sering menyaksikan orang tua atau keluarga mengalami kesulitan ekonomi atau konflik.

Perasaan Kesepian dan Terasing yang Dialami Anak

Emosi kedua yang sering muncul ketika anak terlihat putus asa adalah kesepian yang mendalam, bahkan ketika ia berada di tengah keluarga atau komunitas.

Psikolog menjelaskan, kesetaraan pada anak tidak sekadar soal tidak punya teman, tetapi lebih pada tidak adanya orang dewasa yang benar‑benar mereka anggap bisa dipercaya secara emosional.

Kondisi ini bisa diperparah jika anak mengalami stigma, kesulitan bersosialisasi, atau memang jarang diberi ruang untuk menyampaikan emosi.

Anak Kehilangan Harapan

Kehilangan harapan menjadi emosi ketiga yang sering terlihat saat anak tampak putus asa.

Anak merasa bahwa apa pun yang dilakukan tidak akan mengubah keadaan, sehingga tidak ada alasan lagi untuk bersemangat atau mencoba.

Perasaan Tak Berdaya Dalam Diri Anak

Emosi keempat yang sering menyertai anak yang terlihat putus asa adalah perasaan tidak berdaya atau merasa kehilangan kendali atas hidupnya.

tekanan, perasaan ini muncul ketika anak merasa tidak memiliki pilihan, tidak bisa mengubah situasi, dan lama‑lama menerima keadaan sebagai “paket utuh” yang tidak bisa disentuh oleh dirinya sendiri.

Psikolog mengingatkan bahwa keempat perasaan ini tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan respons anak terhadap pengalaman hidup yang berulang, terutama ketika kebutuhan emosional dan dasarnya kurang terpenuhi.

Ia mendorong orang tua dan lingkungan terdekat untuk tidak hanya fokus pada perilaku “tidak semangat” anak, tetapi mau membaca apa yang sebenarnya dirasakan dan dialaminya.

Pembiasaan mendengar dengan empati, memberi rasa aman, serta memberi kesempatan anak untuk mengungkapkan perasaan tanpa dihakimi menjadi langkah awal penting agar anak tidak terinjak lebih dalam ke dalam perasaan putus asa. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#psikologi #putus asa #emosi #anak-anak