Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terseret Ombak Saat Menolong Wisatawan, Pemuda Asal Malang Tewas di Pantai Sine Tulungagung

Alifah Nurlias Tanti • Selasa, 10 Februari 2026 | 17:13 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban Muhammad Attaya Ulun
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban Muhammad Attaya Ulun

RADARTUBAN – Muhamad Attaya Ulum (20), wisatawan asal Kota Malang, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Senin (9/2).

Korban diketahui sempat melakukan aksi heroik dengan menolong dua wisatawan lain sebelum akhirnya terseret arus laut.

Aksi Heroik Selamatkan Dua Wisatawan

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (8/2), saat Attaya bersama tiga rekannya berwisata ke Pantai Sine.

Di tengah aktivitas wisata, ia melihat dua wisatawan asal Ponorogo hampir tenggelam akibat terseret arus laut.

Tanpa ragu, Attaya berusaha menolong dan berhasil menyelamatkan keduanya.

Namun nahas, setelah memastikan kedua wisatawan tersebut selamat, Attaya justru terseret ombak besar dan menghilang dari pandangan.

Jasad Ditemukan Dekat Karang

Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR akhirnya menemukan jasad Muhamad Attaya Ulum pada Senin (9/2) pagi.

Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 05.45 WIB oleh Tim Potensi SAR yang tengah melakukan patroli rutin di kawasan Pantai Sine.

“Korban ditemukan terdampar di dekat batu karang, sekitar 100 meter dari titik awal ia dilaporkan hilang, sebelum pencarian hari ketiga resmi dimulai,” ujar Bayu.

Proses Evakuasi dan Penanganan Jenazah

Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Tantangan Berat Tim SAR Selama Pencarian

Bayu Prasetyo mengungkapkan bahwa proses pencarian selama dua hari penuh tidak berjalan mudah. Tim SAR gabungan menghadapi medan berat, terutama bagi tim penyelam yang harus bekerja dengan jarak pandang terbatas di bawah permukaan laut.

Karakteristik Pantai Sine yang memiliki muara serta arus kuat membuat proses pencarian berisiko tinggi dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Dua Tim SRU Dikerahkan

Dalam operasi pencarian, dua tim Search and Rescue Unit (SRU) air dikerahkan. Tim pertama menyisir permukaan laut menggunakan perahu karet dengan cakupan area hingga 1,43 mil laut.

Sementara itu, tim kedua melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR serta masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian.

Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya ombak besar di kawasan pantai selatan serta pentingnya kewaspadaan saat berwisata di laut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#wisatawan #tulungagung #Malang #Tim SAR #pantai sine