Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Orang Tua Harus Memahami Proses Tumbuh Anak, Begini Pesan Evan Dimas Mantan Kapten Timnas Indonesia

Bihan Mokodompit • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:11 WIB
Mantan Kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono.
Mantan Kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono.

RADARTUBAN - Pesan Evan Dimas kembali menjadi perhatian publik setelah mantan kapten Timnas Indonesia itu menyampaikan pandangannya soal peran orang tua dalam mendampingi anak-anak di usia muda yang sedang menekuni olahraga, khususnya sepak bola.

Pernyataan tersebut disampaikan Evan Dimas dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Cuwitan yang membahas fenomena tekanan berlebih dari orang tua terhadap anak yang ingin menjadi atlet.

Dalam wawancara itu, Pesan Evan Dimas menekankan bahwa fase usia muda seharusnya dimaknai sebagai masa belajar, bukan semata ajang mengejar kemenangan atau koleksi trofi.

Menurut Evan Dimas, pemahaman orang tua menjadi faktor penting agar anak bisa tumbuh dengan mental yang sehat dan berkelanjutan di dunia olahraga.

“Yang perlu diketahui tuh mas ya di usia muda itu orang tua itu harus paham, bahwa anak-anak di usia muda itu waktunya belajar, bukan di mana kita memperebutkan hanya kemenangan dan trofi,” ungkap Evan.

“Yang perlu diketahui ya ini anak-anak lagi belajar, harus melalui proses-prosesnya masing-masing,” lanjutnya.

Jadi kadang prosesnya main (bertanding) dan kadang tidak main. Jadi orang tua harus mendukung nih demi kebaikan anak. Jangan sampai ambisi semata yang dampaknya bisa sampai dia besar nanti,” ujar mantan pemain Persebaya itu.

Tekanan Prestasi di Usia Dini Masih Jadi Masalah

Fenomena tekanan prestasi di level usia muda masih kerap terjadi di berbagai cabang olahraga di Indonesia.

Banyak orang tua atlet muda yang tanpa sadar menaruh ekspektasi berlebihan demi hasil instan.

Kondisi ini sering kali mengabaikan aspek psikologis anak dan justru berpotensi menghambat perkembangan jangka panjang.

Dalam konteks ini, orang tua atlet muda dituntut untuk memahami bahwa proses tumbuh kembang tidak selalu berjalan linear.

Anak yang tidak bermain dalam satu pertandingan bukan berarti gagal atau tertinggal dari teman sebayanya.

Pendekatan yang terlalu ambisius dari orang tua atlet muda justru bisa memicu tekanan mental dan kejenuhan sejak dini.

Pentingnya Pembinaan yang Berjenjang

Evan Dimas juga menyinggung pentingnya pemahaman soal pembinaan usia dini yang ideal.

Menurutnya, pembinaan yang baik tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan mental bertanding.

Dalam sistem pembinaan usia dini, rotasi pemain dan kesempatan bermain yang adil menjadi bagian dari proses belajar.

Hal tersebut bertujuan agar anak mampu memahami dinamika kompetisi secara sehat.

Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif dalam membentuk atlet yang matang secara teknis dan mental.

Jika pembinaan usia dini dijalankan dengan benar, potensi anak bisa berkembang secara maksimal tanpa tekanan berlebihan.

Baca Juga: Konselor Keluarga Krisna Dewi Beberkan Peran Orang Tua dalam Mencegah Anak Terjerumus LGBT

Relevansi Pesan Evan Dimas bagi Sepak Bola Nasional

Sebagai figur yang pernah menjadi tulang punggung Timnas Indonesia, suara Evan Dimas memiliki bobot tersendiri.

Pengalaman panjangnya di level nasional membuat Pesan Evan Dimas relevan untuk dijadikan refleksi bersama.

Ia pernah merasakan langsung proses panjang dari level junior hingga dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia.

Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa proses tidak bisa dilewati dengan cara instan.

Bagi Evan Dimas, kegagalan dan kesempatan tidak bermain juga merupakan bagian dari pembelajaran menuju level tertinggi.

Nilai-nilai inilah yang ia dorong agar dipahami oleh orang tua atlet muda di seluruh Indonesia.

Profil Singkat Evan Dimas

Evan Dimas Darmono lahir di Surabaya pada 13 Maret 1995 dan dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia.

Namanya mulai mencuat saat membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013.

Sejak saat itu, Evan Dimas menjadi langganan tim nasional di berbagai kelompok usia.

Ia juga pernah merumput di luar negeri, termasuk di Malaysia bersama Selangor FA, sebagai bagian dari perjalanan karier profesionalnya.

Di level senior, Evan Dimas dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia dan tampil di berbagai ajang internasional.

Saat ini, Evan Dimas tidak aktif sebagai pesepak bola profesional dan kerap terlibat dalam kegiatan pembinaan sepak bola usia muda.

Pesan untuk Orang Tua dan Pelatih

Pesan yang disampaikan Evan Dimas menjadi pengingat bahwa keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat dan latihan.

Peran orang tua atlet muda dan pelatih sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Dukungan emosional dan pemahaman proses menjadi fondasi penting bagi masa depan anak.

Dengan pendekatan yang tepat, pembinaan usia dini diharapkan mampu melahirkan generasi atlet yang kuat secara mental.

Pesan ini sekaligus menjadi refleksi bersama bagi ekosistem olahraga nasional, termasuk pembinaan di level Timnas Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#evan dimas #peran orang tua #olahraga #atlet #timnas indonesia