RADARTUBAN - Pemerintah telah mengalokasikan dana sangat besar jumlahnya yaitu Rp 11,92 triliun, yang diperuntukkan bagi penyaluran paket bantuan pangan khusus menyambut momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Program strategis ini menyasar sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan tujuan utama untuk mempertahankan kekuatan ekonomi rakyat serta memperkokoh tingkat konsumsi rumah tangga di tingkat nasional, khususnya pada periode hari besar keagamaan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa inisiatif pemberian bantuan bahan pokok ini merupakan salah satu langkah kunci otoritas dalam meringankan beban finansial yang dialami oleh penduduk dengan tingkat pendapatan terbatas.
Dalam penjelasannya di Stasiun Gambir pada Selasa, 10 Februari, dia menyebutkan bahwa skema penguatan sisi permintaan ini dilakukan melalui pembagian komoditas berupa beras seberat 10 kilogram serta minyak goreng sebanyak 2 liter yang akan diberikan selama jangka waktu dua bulan.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa penerima manfaat dari program ini difokuskan pada 35,04 juta keluarga yang berada pada klasifikasi ekonomi rendah, mulai dari kelompok desil satu hingga desil empat.
Pemerintah memproyeksikan proses pendistribusian sudah bisa dilaksanakan bertepatan dengan datangnya bulan puasa atau pada bulan Februari ini.
Mengingat besarnya dana yang dikeluarkan, Airlangga juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah di tingkat daerah dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus pengiriman bantuan hingga ke tangan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa program pangan tersebut berjalan beriringan dengan skema bantuan sosial yang dikelola secara rutin oleh institusinya.
Gus Ipul menegaskan bahwa terdapat pemisahan antara bantuan yang bersifat instruksi langsung dari kepala negara melalui kementerian teknis dengan program bantuan yang memang berada di bawah payung besar Kementerian Sosial.
Gus Ipul merinci bahwa instansinya saat ini mengelola dua kategori bantuan, yakni yang bersifat tetap atau reguler serta bantuan yang sifatnya fleksibel atau adaptif.
Untuk bantuan reguler, yang meliputi program sembako serta Program Keluarga Harapan (PKH), target sasarannya mencapai sekitar 18 juta keluarga dengan dukungan dana sebesar Rp 17,5 triliun.
Sementara itu, untuk kategori bantuan adaptif, pemerintah menyisihkan lebih dari Rp 2,3 triliun yang difokuskan untuk membantu daerah-daerah yang sedang tertimpa musibah alam, seperti yang terjadi di wilayah Sumatera dan lokasi terdampak lainnya.
Jika ditambah dengan anggaran yang dialokasikan untuk program rehabilitasi sosial atau bantuan atensi, maka secara akumulatif nilai keseluruhannya menembus angka sekitar Rp 20 triliun.
Hingga periode saat ini, Kementerian Sosial tercatat sudah mencairkan dana bantuan sosial dengan nilai melebihi Rp 17 triliun.
Sisa dari anggaran yang tersedia direncanakan akan dikeluarkan secara berkala pada bulan Januari, Februari, dan Maret, serta akan terus berlanjut pada periode tiga bulan kedua tahun ini, yakni dari April hingga Juni.
Dengan jadwal tersebut, Saifullah memberikan kepastian bahwa proses pengiriman bantuan kepada masyarakat akan terus berlangsung tanpa terhenti hingga momen Lebaran tiba. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama