Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Angka Pernikahan Anjlok, Kaum Muda Kini Lebih Memilih Lajang, Apa Penyebab Tren yang Terjadi di Indonesia?

Rista Dwi Indarwati • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:15 WIB

Pernikahan bukan lagi prioritas utama bagi anak muda saat ini
Pernikahan bukan lagi prioritas utama bagi anak muda saat ini

RADARTUBAN – Ada fenomena menarik sekaaligus cukup mengejutkan di Tengah Masyarakat kita belakangan ini. Ternyata, jumlah pasangan yang naik ke pelaminan di Indonesia terus menurun.

Bahkan, angka pernikahan nasional menyentuh titik terendahnya dalam satu dekade terakhir. Banyak kaum muda kini mulai berpikir dua kali untuk mengucap janji suci dan lebih memilih untuk tetap melajang.

Pergeseran Nilai di Mata Generasi Muda

Dulu, menikah muda mungkin jadi target utama banyak orang. Tapi sekarang, sosiolog melihat adanya perubahan nilai yang cukup signifikan di Masyarakat.

Pernikahan bukan lagi dianggap sebagai satu-satunya tujuan hidup yang harus segera dicapai. Generasi muda saat ini cenderung lebih fleksibel dan tidak lagi merasa terbebani oleh tekanan sosial untuk segera berumah tangga.

Mereka lebih memilih untuk menikmati masa lajang atau menunda pernikahan demi alasan-alasan tertentu.

Baca Juga: Tidak Lagi Dianggap Prioritas, Angka Pernikahan di Tuban Turun Hampir 10 Persen dalam Tiga Tahun

Empat Faktor Utama di Balik Keputusan Menunda Pernikahan

Mengapa banyak orang memilih untuk tetap lajang? Ada empat faktor kuat yang mendasari tren ini.

Pertama, tantangan ekonomi yang semakin berat, mulai dari biaya resepsi yang tinggi hingga persiapan membangun rumah tangga yang mahal.

Kedua, keinginan untuk lebih dulu fokus pada karier dan pendidikan.

Ketiga, rasa takut terhadap kegagalan pernikahan yang sering mereka saksikan di lingkungan sekitar.

Dan keempat, banyak yang merasa belum menemukan pasangan yang benar-benar cocok dalam hal visi dan misi.

Pilihan Hidup yang Lebih Realistis

Menariknya, Keputusan untuk tidak menikah kini tidak lagi dianggap sebagai hal tabu seperti sebelumnya. Kaum muda saat ini lebih realistis dalam memandang masa depan.

Mereka lebih memprioritaskaan kemandirian finansial dan Kesehatan mental daripada terburu-buru menikah padahal belum siap secara mental maupun materi.

Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menghormati pilihan hidup masing-masing individu, termasuk opsi untuk hidup mandiri.

Baca Juga: Tiga Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Tuban Terus Menurun karena Perubahan Pola Pikir

Dalam Jangka Panjang Terhadap Demografi

Fenomena menunda pernikahan ini tentu bukan hal remeh. Jika terus berlanjut, tren ini diperkirakan akan memengaruhi profil demografi Indonesia di masa mendatang, mulai dari penurunan angka kelahiran hingga perubahan struktur keluarga.

Pemerintah dan lembaga terkait pun mulai memberikan perhatian khusus pada isu ini, mengingat dampaknya yang luas bagi pembangunan bangsa ke depan.

Oleh karena itu, bagi kamu yang masih memilih melajang, tidak perlu merasa rendah diri. Kamu ternyata tidak sendirian, karena banyak orang lain di luar sana yang memiliki pandangan serupa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#realistis #ekonomi #karier #menunda pernikahan #angka pernikahan