RADARTUBAN – Generasi Z atau Gen Z kini cenderung memilih menyewa rumah dibandingkan membeli. Tren ini semakin terlihat di kalangan anak muda yang baru merintis karier dan mulai mandiri secara finansial.
Dikutip dari Kompas.com, seorang CEO sekaligus pendiri perusahaan properti, Dara, mengungkapkan bahwa kepemilikan rumah belum menjadi prioritas utama bagi Gen Z.
Penghasilan Belum Stabil
Menurut Dara, sebagian besar Gen Z masih berada pada tahap awal karier sehingga pendapatan mereka belum stabil untuk menanggung cicilan rumah dalam jangka panjang.
Selain itu, rumah dengan harga terjangkau umumnya berada di pinggiran kota dan dinilai kurang strategis.
Sementara itu, banyak Gen Z menginginkan hunian yang dekat dengan pusat aktivitas, tempat kerja, atau fasilitas umum demi kenyamanan dan efisiensi waktu.
Lebih Fleksibel dan Paham Finansial
Meski memilih menyewa, Gen Z dinilai cukup paham dalam mengelola keuangan.
Mereka cenderung lebih agresif dalam berinvestasi dibanding langsung membeli properti.
Dara optimistis, dalam lima tahun ke depan, Gen Z akan mulai membeli properti saat memasuki usia akhir 20-an, ketika kondisi keuangan lebih stabil.
Data Tren Sewa dan Beli
Pada semester kedua 2025, proporsi sewa rumah meningkat menjadi 27 persen dari sebelumnya 23 persen pada semester pertama. Sebaliknya, pembelian rumah turun menjadi 73 persen dari 77 persen.
Menariknya, penyewa rata-rata hanya mengunjungi tiga hingga lima lokasi sebelum memutuskan. Sementara calon pembeli bisa melakukan survei hingga 15 lokasi.
Hal ini menunjukkan minat beli tetap tinggi, meskipun tren sewa saat ini lebih dominan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni