Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Komdigi Siapkan 386 Posko Digital, Jaringan Mudik Ramadan dan Idul Fitri 2026 Dijaga 24 Jam

Alifah Nurlias Tanti • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:10 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid.
Menkomdigi Meutya Hafid.

RADARTUBANKementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan ratusan posko siaga digital lengkap dengan sistem pemantauan terintegrasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jaringan tetap stabil, transportasi berjalan aman, dan transaksi masyarakat lancar selama arus mudik Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Infrastruktur Telekomunikasi Jadi Kunci

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya peran infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat saat mudik.

Menurutnya, jaringan yang kuat dan andal menjadi kunci agar mobilitas jutaan pemudik bisa berjalan lancar dan aman sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, lonjakan trafik telekomunikasi selalu terjadi, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, hingga area permukiman,” ujar Meutya Hafid.

Baca Juga: Data Pelamar Lowongan Kerja Bocor, Tiga Pejabat Komdigi Langsung Dinonaktifkan

386 Posko Siaga Beroperasi 24 Jam

Selama masa siaga mudik 15–29 Maret 2026, Komdigi menyiapkan 386 posko yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko tersebut terdiri dari lima posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi.

Seluruh posko akan beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari untuk memantau kualitas jaringan serta mengantisipasi gangguan secara cepat.

Dashboard Real Time dan Antisipasi Fake BTS

Selain posko fisik, Komdigi juga mengaktifkan dashboard pemantauan terpadu yang menampilkan kondisi kepadatan arus mudik dan kualitas sinyal seluler secara real time.

Data ini akan dibagikan ke berbagai kementerian dan lembaga agar potensi hambatan, baik di jalur transportasi maupun lonjakan trafik digital, bisa segera ditangani.

Meutya juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman fake BTS atau pemancar palsu yang kerap beroperasi secara mobile menggunakan kendaraan box berisi perangkat pemancar dan baterai besar.

“Biasanya mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” tegasnya.

Layanan Darurat 112 Tetap Siaga

Komdigi memastikan layanan darurat 112 tetap berfungsi optimal sebagai jalur cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan data, kapasitas jaringan juga ditingkatkan serta dilakukan pengaturan trafik khusus di area yang diperkirakan mengalami kepadatan tinggi.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap masyarakat dapat tetap berkomunikasi dengan lancar, melakukan panggilan video, mengakses peta digital, hingga bertransaksi daring tanpa hambatan berarti selama musim mudik 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#komdigi #Menteri Komunikasi dan Digital #Posko Siaga #ramadan #Meutya Hafid #jaringan