Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prabowo Pangkas Belanja Tak Produktif, Pemerintah Klaim Hemat Anggaran Rp 308 Triliun

Siti Rohmah • Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:35 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2)
Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2)

RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 308 triliun pada tahun pertama masa pemerintahannya.

Dana hasil efisiensi tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program produktif, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2)

Ia menegaskan, kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah telah menunjukkan hasil nyata melalui penghematan anggaran dalam skala besar.

“Pada tahun pertama, kita berhasil menghemat Rp 308 triliun, setara dengan sekitar 18 miliar dolar AS, dan ke depan angkanya masih bisa ditingkatkan,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, penghematan tersebut berasal dari pemangkasan belanja negara yang dinilai tidak produktif.

Anggaran yang berhasil dihemat kemudian dialihkan untuk membiayai program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, salah satunya MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi publik.

Ia menjelaskan, sejumlah pos pengeluaran yang dipangkas meliputi perjalanan dinas ke luar negeri, kegiatan seremonial, serta berbagai forum diskusi dan kajian yang tidak bersifat mendesak.

Pemerintah, kata dia, kini memilih berfokus pada langkah-langkah konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kajian dan analisis tidak perlu berlebihan. Kita sudah memahami persoalan yang ada. Infrastruktur kurang, kita bangun. Desa membutuhkan jembatan, kita buat. Rakyat kekurangan pangan, kita sediakan. Dengan pendekatan ini, penghematan bisa dilakukan secara signifikan,” ujarnya.

Presiden menambahkan, upaya menutup kebocoran anggaran akan terus diperkuat agar efisiensi fiskal dapat semakin optimal.

Menurutnya, strategi penghematan belanja negara akan dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkokoh perekonomian nasional sekaligus memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#menghemat anggaran #Program produktif #Mbg #presiden prabowo subianto #efisiensi