RADARTUBAN - Di tengah euforia investasi kripto yang kian marak, PT Indodax Nasional Indonesia gencar mendorong literasi aset digital.
Tujuannya, agar masyarakat terhindar dari jebakan Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan peluang.
Upaya Edukasi via Indodax Academy
Platform perdagangan kripto terbesar di Indonesia itu memanfaatkan Indodax Academy sebagai kanal utama pendidikan.
Berbagai materi tentang blockchain, bitcoin, mining, hingga aset kripto lainnya disajikan untuk membangun pemahaman mendalam bagi publik.
CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan pendekatan Do Your Own Research (DYOR) menjadi kunci utama agar investor mampu menilai risiko dan mengambil keputusan rasional.
Penghargaan atas Kontribusi Nyata
Upaya berkelanjutan Indodax ini menuai pengakuan melalui penghargaan Fortune Indonesia Change the World 2025.
Perusahaan beranggota lebih dari 9,8 juta orang ini dinilai berhasil menciptakan dampak positif lewat program literasi dan pengembangan talenta Web3.
William menambahkan, literasi bukan hanya soal jumlah pengguna, tapi kualitas sumber daya manusia yang kompeten dalam ekosistem kripto.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen industri kripto Indonesia untuk membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, di mana investor tak lagi terpancing tren sesaat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama