RADARTUBAN – Selama ini masyarakat kerap memahami bahwa tujuan berkarier sebagai pekerja di perusahaan adalah untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik.
Lebih jauh, Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia menegaskan bahwa bekerja bukan semata sebagai sumber penghasilan, tetapi juga berperan mendorong jaminan kesehatan mental serta perkembangan diri pekerja.
Namun demikian, isu kesehatan mental masih kerap luput dari perhatian, meskipun data menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental berdampak signifikan terhadap penurunan produktivitas di tempat kerja.
Bahkan, World Health Organization (WHO) pada 2024 mencatat gangguan kesehatan mental menimbulkan kerugian ekonomi global hingga USD 1 triliun akibat menurunnya produktivitas pekerja.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Media, PRPP Gelar Media Forum 2025 di Pantai Mangrove Jenu
Menyadari pentingnya aspek tersebut, pada Jumat (13/2/2026), PRPP bekerja sama dengan Telkomedika menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk Health Talk: Optimizing Mental Well-Being to Enhance Work Productivity in The Workplace di kantor PRPP, Gedung Sopo Del Office Tower, Jakarta.
Hadir sebagai narasumber, Efnie Indrianie, psikolog dari Universitas Maranatha Bandung.
Efnie membuka sesi diskusi dengan memaparkan bahwa performa dan produktivitas pekerja tidak hanya bersumber dari kondisi psikologis, tetapi juga berkaitan dengan aspek neurobiologi, yakni kinerja sistem saraf, fungsi otak, serta kesehatan fisik.
“Motivasi pekerja sebenarnya terkait dengan isu neural energy. Jika sistem saraf energinya tidak cukup dan metabolisme tubuh terganggu, maka motivasinya pasti menurun,” ungkap Efnie.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya perusahaan memiliki program khusus untuk menjaga kesehatan mental karyawan.
“Ketika perusahaan mengabaikan kesehatan mental pekerja, organisasi bukan hanya kehilangan tenaga kerja, tetapi juga kapasitas otak—kapabilitas dan kompetensi—secara kolektif,” lanjutnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PRPP Reizaldi Gustino menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.
“Kesehatan mental bukan hanya penting bagi kita sebagai pekerja, tetapi juga bagi perusahaan. Jadi, bukan sekadar kompetensi dan kapabilitas, melainkan menjadi aspek krusial untuk mendukung pencapaian target perusahaan,” ujarnya.
Reizaldi juga mendorong seluruh perwira PRPP untuk mengimplementasikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar kesehatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di PRPP. Sebelumnya, PRPP telah menggelar berbagai kegiatan, seperti webinar aspek K3, kuis, serta lomba-lomba K3, termasuk lomba pengamatan keselamatan dan lomba safety talk.
Komitmen PRPP dalam implementasi K3 turut berbuah prestasi dengan diraihnya penghargaan Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Pratama dari Direktorat Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 hingga 2025. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama