Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KAI Dorong Reaktivasi Jalur Bersejarah Kedungjati–Tuntang, Bidik Ekonomi Lokal dan Konektivitas

Tulus Widodo • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:45 WIB

 

Dirut KAI meninjau jalur Kedungjati–Tuntang sebagai bagian persiapan reaktivasi dan Angkutan Lebaran 2026.
Dirut KAI meninjau jalur Kedungjati–Tuntang sebagai bagian persiapan reaktivasi dan Angkutan Lebaran 2026.

RADARTUBAN – Jalur kereta api tua tak selalu berarti usang. Di lintasan Kedungjati–Tuntang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melihat lebih dari sekadar rel berkarat dan bantalan lama.

Yang terbaca justru peluang: konektivitas wilayah, denyut ekonomi lokal, dan kebangkitan jalur bersejarah yang lama tertidur.

KAI kini mendorong reaktivasi jalur nonaktif Kedungjati–Tuntang sebagai bagian dari strategi memperkuat jaringan transportasi berbasis rel di Jawa Tengah.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa jalur-jalur lama masih relevan, asal dikelola dengan visi yang tepat.

Dirut KAI Turun Langsung ke Lapangan

Keseriusan itu ditunjukkan lewat peninjauan langsung Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin ke wilayah Daop 4 Semarang.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan prasarana, sekaligus menakar aspek keselamatan operasional sebelum jalur ini benar-benar dihidupkan kembali.

Kunjungan tersebut bukan agenda simbolik. Reaktivasi Kedungjati–Tuntang juga masuk dalam kerangka persiapan Angkutan Lebaran 2026, periode yang selalu menjadi ujian paling nyata bagi ketahanan sistem transportasi nasional.

Jalur Tua dengan Nilai Strategis

Kedungjati–Tuntang bukan jalur sembarangan. Ia menyimpan nilai historis penting dalam sejarah perkeretaapian nasional.

Di masa lalu, lintasan ini menjadi urat nadi pergerakan orang dan barang, khususnya dari wilayah agraris di sekitarnya.

Kini, potensinya kembali dibaca dengan kacamata baru.

Jalur ini dinilai strategis untuk mendukung penyaluran hasil pertanian dan membuka akses ke destinasi wisata lokal.

Serta, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar yang selama ini bergantung pada jalur darat konvensional.

Ekonomi Lokal Jadi Taruhan

Reaktivasi rel bukan hanya soal kereta melintas kembali. Ada efek berantai yang diharapkan muncul: mobilitas warga yang lebih efisien, biaya logistik yang ditekan, hingga peluang usaha baru di sekitar stasiun dan lintasan.

Dengan konektivitas yang membaik, wilayah-wilayah kecil yang selama ini berada di pinggir peta pembangunan berpeluang masuk ke arus utama ekonomi regional. Inilah taruhan besar di balik proyek reaktivasi ini.

Merawat Sejarah, Menyongsong Masa Depan

KAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi rel yang tak sekadar fungsional, tetapi juga berkelanjutan.

Reaktivasi Kedungjati–Tuntang diposisikan sebagai upaya merawat warisan sejarah sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masa kini.

Jika semua berjalan sesuai rencana, jalur ini bukan hanya hidup kembali, tetapi menemukan perannya yang baru: sebagai penghubung ekonomi, sosial, dan sejarah—dari masa lalu menuju masa depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jawa tengah #KAI #jalur Kedungjati Tuntang #reaktivasi