RADARTUBAN – Maraknya kasus pencurian di kawasan wisata Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan pembentukan unit Polisi Pariwisata khusus guna meningkatkan keamanan destinasi unggulan.
Usulan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Pimpinan Polda NTB di Mataram pada Jumat (20/2).
Lonjakan Pencurian Infrastruktur Wisata
Gubernur Iqbal menyoroti meningkatnya kasus pencurian infrastruktur di wilayah selatan Pulau Lombok.
Sejumlah fasilitas publik seperti kabel lampu penerangan jalan umum (PJU), baterai, hingga komponen pencahayaan dilaporkan sering hilang tidak lama setelah dipasang.
Menurutnya, kondisi ini menjadi persoalan serius karena dapat merusak citra NTB sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Ia juga menyebutkan bahwa kasus pencurian lebih sering terjadi di kawasan wisata selatan dibandingkan wilayah utara yang relatif lebih kondusif.
Ancaman bagi Kenyamanan Wisatawan
Pencurian fasilitas publik tidak hanya menimbulkan kerugian anggaran pembangunan daerah, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan, termasuk turis mancanegara yang menjadi penyumbang penting bagi pendapatan sektor pariwisata NTB.
Keamanan destinasi dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mempertahankan daya saing pariwisata daerah.
Usulan Pembentukan Polisi Pariwisata
Sebagai solusi strategis, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapan mendukung pembentukan unit Polisi Pariwisata.
Dukungan tersebut meliputi penyediaan personel tambahan, perlengkapan operasional, hingga infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk pengamanan kawasan wisata.
Unit khusus ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap objek wisata serta fasilitas pendukung lainnya secara lebih fokus dan berkelanjutan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata
Pemprov NTB juga berkomitmen mempercepat penyusunan skema operasional agar Polisi Pariwisata dapat segera berfungsi.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pembangunan NTB. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni