RADARTUBAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan modifikasi cuaca jika prakiraan curah hujan harian dari BMKG melebihi 200 mm atau setara 20 cm.
Pernyataan ini disampaikan Pramono di tengah hujan lebat yang melanda Jakarta sejak Kamis hingga Jumat (20/2), menyebabkan ratusan RT dan 9 ruas jalan terendam banjir.
Modifikasi Cuaca Jadi Langkah Antisipasi Banjir
Pramono menegaskan, modifikasi cuaca akan dilakukan secara berkelanjutan jika intensitas hujan tinggi berpotensi memicu banjir di Jakarta dan sekitarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemprov DKI rutin memantau data BMKG setiap hari, sehingga operasi bisa digelar secara berkelanjutan apabila diperlukan.
Baca Juga: Berikut Ini Adalah Daerah Dengan Curah Hujan Tertinggi Yang Ada Di Indoesia, Apakah Ada Daerahmu?
Ambang Batas Curah Hujan 200 mm
“Intinya, apabila BMKG memperkirakan hujan di 200 mm per hari, kami pasti akan melakukan modifikasi cuaca,” katanya saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Kebijakan ini menjadi indikator utama pemerintah dalam menentukan kapan operasi modifikasi cuaca perlu dilakukan.
Koordinasi Intensif dengan BMKG
Pemprov DKI disebut terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memadukan data prakiraan cuaca harian.
Langkah ini sebelumnya juga telah beberapa kali diterapkan dalam situasi darurat guna mengurangi potensi dampak banjir di wilayah Jakarta.
Penanganan Banjir Diklaim Cepat
Meski banjir sempat melanda sejumlah wilayah, Pramono mengklaim penanganan berjalan cepat sehingga sebagian besar jalan utama kembali normal dalam waktu kurang dari dua jam. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni