RADARTUBAN – Seorang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru diduga mengamuk di sebuah mushala di kawasan wisata Gili Trawangan, Kamis (19/2) malam.
Insiden tersebut dipicu karena yang bersangkutan merasa terganggu suara tadarus yang menggunakan pengeras suara (toa).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 Wita itu sontak memicu kemarahan warga dan viral di media sosial.
Baca Juga: Turis Asal Singapura Jadi Korban Pencopetan di Pasar Jodoh Batam
Kronologi Kejadian
Saat warga tengah melaksanakan tadarus Alquran, seorang WNA bernama Miranda Lee tiba-tiba masuk ke mushala.
Dia disebut mencabut kabel mikrofon hingga merusaknya, bahkan sempat melukai beberapa jamaah akibat cakaran saat terjadi ketegangan.
Warga yang tersulut emosi langsung mendesaknya keluar dari tempat ibadah.
Namun, Miranda disebut berteriak dan melawan. Meski situasi memanas, warga tidak melakukan aksi balasan secara fisik dan memilih menahan diri.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat ditemui Jumat (20/2).
“Saat warga tengah tadarus, tiba-tiba WNA ini masuk marah-marah dan langsung mencabut kabel mikrofon. Tindakan tidak sopan itu spontan membuat warga marah dan emosi,” ujar Husni, dikutip dari Kompas.com.
Husni menjelaskan, penggunaan toa atas untuk tadarus pada jam tersebut masih diperbolehkan.
Aturan Ramadan di Gili Trawangan baru membatasi penggunaan pengeras suara setelah pukul 24.00 Wita, baik untuk mushala maupun tempat usaha seperti kafe.
Saat ini situasi disebut sudah kembali kondusif dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian.
Meski demikian, sempat muncul desakan dari warga agar WNA tersebut dipulangkan ke negara asalnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama