Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Phil Spencer Pensiun, Xbox Masuk Babak Baru di Bawah Asha Sharma

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:25 WIB

Microsoft umumkan perubahan struktural di divisi gaming mereka.
Microsoft umumkan perubahan struktural di divisi gaming mereka.

RADARTUBAN - Perusahaan asal AS, Microsoft, mengumumkan perubahan besar di pucuk kepemimpinan divisi gaming mereka.

Phil Spencer, sosok yang identiknya dengan kebangkitan konsol Xbox dalam satu dekade kebelakang resmi akan memasuki masa pensiun.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella. Sebagai pengganti Spencer, Microsoft menunjuk Asha Sharma sebagai Wakil Presiden Eksekutif sekaligus CEO Microsoft Gaming.

Sebelumnya, Sharma menjabat sebagai Presiden CoreAI Microsoft dan memiliki jejak di perusahaan teknologi besar seperti Meta.

Nadella menilai pengalaman Sharma dalam membangun platform berskala global dan krusial untuk membawa bisnis gaming Microsoft ke fase berikutnya.

Di saat yang sama, Sarah Bond, Presiden Xbox yang selama ini kerap menjadi wajah publik merek tersebut, memutuskan untuk hengkang dari Microsoft.

Hingga kini, Bond belum menyampaikan pernyataan resmi terkait pengunduran dirinya dari Microsoft.

Karena hal tersebut, perusahaan merombak beberapa jajarannya seperti mempromosikan Matt Booty yang sebelumnya memimpin Xbox Game Studios menjadi Chief Content Officer.

Dalam peran barunya ini, Booty akan bekerja langsung dibawah Sharma serta bertanggung jawab atas strategi konten dan portofolio studio Microsoft Gaming.

Phil Spencer sendiri telah berkarier di Microsoft sejak tahun 1988. Selama di sana, Spencer telah memegang kendali Xbox melalui masa yang penuh tantangan.

Selain itu, dia dikenal sebagai arsitek utama Xbox Game Pass serta otak dibalik rangkaian akusisi besar, termasuk Activision Blizzard.

Tetapi dalam beberapa terakhir, divisi gaming Microsoft menghadapi banyak tekanan, mulai dari penurunan pendapatan, PHK massal, hingga persaingan ketat dengan Sony dan Nintendo.

Ke depan, Sharma mengatakan ingin kembali memperkuat komitmen Xbox kepada penggemarnya sembari mengeksplorasi model bisnis baru.

Dengan kondisi Xbox yang yang tidak sepenuhnya ideal, publik kini menanti apakah kepemimpinan baru tersebut mampu mengembalikan kondisi menjelang perayaan 25 tahun konsol Xbox. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gaming #CoreAI #ceo #microsoft