RADARTUBAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan bahwa kartel narkotika asal Meksiko pernah tercatat sebagai bagian dari jaringan internasional yang memasok narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya ke Indonesia.
Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut setidaknya terdapat tiga jaringan global utama yang menjadi sumber peredaran narkoba di Tanah Air.
“Rantai pasok narkotika ke Indonesia melibatkan jaringan internasional utama seperti Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2).
Baca Juga: Kerusuhan Lapas di Meksiko, 23 Narapidana Kabur Usai Serangan Kelompok Bersenjata
Tiga Jalur Global Jadi Sumber Peredaran Narkoba
Ia menjelaskan, kawasan Golden Triangle—yang meliputi wilayah Myanmar, Thailand bagian utara, dan Laos utara—merupakan salah satu pemasok utama narkotika di Asia Tenggara, khususnya narkoba sintetis seperti sabu.
Sementara itu, jaringan Golden Crescent mencakup Afghanistan, Iran, dan Pakistan, yang dikenal sebagai pusat produksi opium dan heroin.
Adapun jaringan ketiga berasal dari kawasan Golden Peacock, yang melibatkan negara-negara di Amerika Selatan.
“Wilayah ini, terutama Brasil dan Meksiko, kerap dikaitkan dengan peredaran kokain dan sabu,” kata Suyudi.
Baca Juga: Lapas Kelas I Surabaya Beri Remisi Imlek 1,5 Bulan ke Napi WN Malaysia Kasus Narkoba
Jejak Kartel Meksiko Terdeteksi pada 2024
BNN mencatat, jejak peredaran narkotika yang berasal dari Meksiko terakhir kali terdeteksi di Indonesia pada 2024.
Saat itu, BNN mengungkap 27 jaringan narkoba, salah satunya diduga terhubung dengan jaringan Gregor Haas yang merupakan bagian dari Kartel Sinaloa, kartel besar yang berbasis di Meksiko.
Menurut Suyudi, distribusi narkoba dari jaringan tersebut umumnya menggunakan jalur internasional yang kompleks. Jalur laut kerap dimanfaatkan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah perbatasan maritim yang luas.
“Di sisi lain, penyelundupan juga masih dilakukan melalui bandara dan pelabuhan resmi dengan berbagai modus penyamaran,” ujarnya.
BNN Belum Temukan Kembali Keterlibatan Jaringan Meksiko
Meski demikian, hingga saat ini BNN belum kembali menemukan peredaran narkoba yang terafiliasi langsung dengan jaringan Meksiko, termasuk dari Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang dipimpin Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho.
El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Ahad, 22 Februari 2026, di wilayah Tapalpa, negara bagian Jalisco.
Berdasarkan laporan media internasional, ia meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City setelah mengalami luka tembak.
Kematian pemimpin CJNG tersebut memicu peningkatan eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah Jalisco.
CJNG Jadi Kartel Berpengaruh dalam Perdagangan Narkotika Global
Kartel CJNG dikenal sebagai salah satu kelompok kriminal paling berpengaruh di Meksiko dan memiliki peran besar dalam perdagangan fentanyl serta berbagai jenis narkotika lainnya ke Amerika Serikat.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni