RADARTUBAN - Seorang pria berinisial JMH, 31, menggegerkan SPBU Cipinang Muara, Pulogadung, Jakarta Timur, dengan aksinya melawan tiga karyawan pada Minggu (22/2).
Pelaku nekat mengaku bawa mobil jenderal agar bisa isi Pertalite subsidi, padahal menggunakan pelat nomor palsu.
Kronologi bermula saat JMH datang dengan Toyota Vellfire hitam untuk isi BBM subsidi. Petugas menolak karena pemindaian barcode Electronic Capture (e-capture) menunjukkan data tak cocok terdeteksi sebagai Land Cruiser dengan nomor polisi berbeda.
Pelaku meledak-ledaknya, menarik baju dan memukul tiga korban yakni Lukman Hakim (ancaman pembunuhan), Khoirul Anam (memar dan baju robek), serta Abud Mahmudin (gigi patah).
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menginterogasi JMH yang kini ditahan di Rawalumbu, Bekasi.
Dalam video viral Instagram @alfiannurrizal.id, pelaku mengaku sengaja menyebut "jenderal" agar dilayani cepat. "Biar diisi Pertalite. Tak ada instansinya, Pak. Cuma sebut jenderal," jawabnya saat ditanya soal pelat palsu.
JMH, seorang wiraswasta dan karyawan rental mobil, terbukti bukan aparat. Ia dijerat Pasal 466 atau 471 KUHP soal interpretasi, ancam hukuman dua tahun enam bulan penjara. Bukti CCTV membantah klaimnya bahwa korban duluan tarik baju.
Tes urin pasca-penangkapan Selasa (24/2) positif sabu-sabu dan ganja, baru dipakai empat hari sebelumnya.
Kombes Alfian memerintahkan pemeriksaan kesehatan untuk konfirmasi mabuk saat beraksi. Korban kini visum di rumah sakit, sementara polisi menekan proses hukum berjalan tegas. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama