RADARTUBAN – Musim panas belum datang, tetapi hitung-hitungan sudah dimulai.
Inter Milan dikabarkan siap melepas satu pemain “big” demi membiayai satu transfer besar yang bisa mengubah peta kekuatan tim musim depan.
Sinyal itu mencuat dari laporan Tuttosport, yang menyebut nerazzurri tengah menimbang opsi penjualan strategis.
Nama-nama yang masuk radar bukan pelapis. Marcus Thuram, Yann Bisseck, dan Denzel Dumfries berada di barisan depan kandidat yang berpotensi dikorbankan.
Di belakang mereka, masih ada Hakan Çalhanoğlu dan Davide Frattesi—dua pilar yang nilai pasarnya juga signifikan.
Baca Juga: Status Tak Tersentuh Gugur, Marcus Thuram Berpotensi Dilepas Inter pada Bursa Transfer Musim Panas
Thuram, Aset Emas Bernilai Plusvalenza
Dari semua nama, Marcus Thuram disebut sebagai aset paling menjanjikan secara finansial.
Ambisi Inter jelas: mencatat plusvalenza besar dengan banderol penjualan di kisaran 50–60 juta euro.
Angka itu bukan sekadar target, melainkan alat untuk membuka ruang manuver di bursa—tanpa harus mengorbankan stabilitas neraca klub.
Secara teknis, kepergian Thuram akan terasa. Namun dari sudut pandang bisnis, pemain asal Prancis itu adalah pemain dengan kombinasi usia, performa, dan daya tarik pasar yang ideal untuk dijadikan “mesin dana”.
Bisseck dan Dumfries: Antara Nilai Pasar dan Kebutuhan Tim
Yann Bisseck dan Denzel Dumfries juga berada dalam kalkulasi. Keduanya memiliki profil yang diminati pasar internasional.
Bisseck menawarkan potensi dan fisik modern, sementara Dumfries punya rekam jejak dan pengalaman level atas.
Namun keputusan melepas salah satu dari mereka akan lebih rumit. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga keseimbangan skuad.
Inter tak ingin mengulang kesalahan lama: kuat di laporan keuangan, rapuh di lapangan.
Çalhanoğlu dan Frattesi, Opsi Terakhir
Nama Hakan Çalhanoğlu dan Davide Frattesi masuk daftar, tetapi dengan catatan. Keduanya punya bobot teknis tinggi dalam sistem permainan.
Menjual mereka berarti Inter harus benar-benar yakin penggantinya setara—atau bahkan lebih menentukan.
Strategi Sunyi, Target Besar
Satu hal yang mengemuka: Inter tidak berburu ramai-ramai. Klub ingin satu “great signing”, bukan belanja panik.
Itulah mengapa penjualan satu big dipandang cukup—asal tepat sasaran dan bernilai maksimal.
Musim panas masih panjang. Namun arah kebijakan sudah terbaca: Inter siap mengambil risiko terukur. Melepas satu bintang, demi satu lompatan besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni