RADARTUBAN – Nama Sandro Tonali kembali menghangatkan bursa transfer musim panas Eropa.
Gelandang timnas Italia itu disebut-sebut berpeluang meninggalkan Newcastle United, meski statusnya masih pemain penting di St James’ Park.
Informasi tersebut diungkap jurnalis transfer Italia, Nico Schira, yang menyebut Newcastle telah memasang banderol awal sangat tinggi untuk Tonali.
"Ada perasaan bahwa Sandro Tonali bisa meninggalkan Newcastle di musim panas dan nilai awal yang ditetapkan The Magpies untuk pemain tersebut adalah € 100 juta, dia bisa tetap di Premier league dengan Manchester United dan Arsenal sama-sama tertarik.” tulis Schira dalam unggahan akun X miliknya.
Angka € 100 juta menjadi sinyal jelas: Newcastle tidak ingin melepas sang pemain dengan mudah.
Nilai tersebut juga secara otomatis menempatkan klub-klub mapan Liga Inggris sebagai peminat paling realistis.
Baca Juga: Bintang Muda Lazio Gianfilippo Materazzi Diincar Juventus dan Milan, Kontrak Segera Berakhir
Raksasa Inggris Mengintai, Tonali Bisa Tetap di Premier League
Dalam laporan yang sama, Schira menegaskan bahwa Tonali berpeluang tetap berkarier di Premier League. Dua klub besar disebut sudah memantau situasi dengan serius.
Ketertarikan Manchester United dan Arsenal masuk akal. Keduanya tengah mencari gelandang dengan karakter komplet: kuat secara fisik, matang secara taktik, dan berpengalaman di level tertinggi—profil yang dimiliki Tonali.
Juventus dan Mimpi yang Terlalu Mahal
Bagi Juventus, cerita Tonali berada di wilayah yang berbeda: lebih dekat ke mimpi ketimbang rencana konkret.
“Bagi Juve, ini adalah mimpi terlarang—biaya transfer € 100 juta ditambah gaji € 10/12 juta per musim tidak mungkin dilakukan oleh Juve dan klub-klub Italia lainnya.” lanjutnya.
Realitas finansial Serie A membuat Juventus praktis tersingkir sejak awal. Harga transfer selangit ditambah tuntutan gaji € 10–12 juta per musim menjadi kombinasi yang sulit diterima, bukan hanya bagi Juve, tetapi juga mayoritas klub Italia lainnya.
Celah Kecil Bernama Kerinduan Pulang
Namun, cerita ini belum sepenuhnya tertutup. Ada satu celah yang masih membuka ruang spekulasi.
"Kecuali Tonali menerima pemotongan gaji dan ingin kembali ke Italia. Itu sulit tetapi bukan tidak mungkin, itu sesuatu yang tidak boleh diremehkan atau dilupakan dari perspektif Juve jadi kita lihat saja apa yang terjadi," tulis Schira lagi.
Keinginan pribadi Tonali untuk kembali ke Italia—jika memang ada—bisa menjadi faktor penentu.
Pemotongan gaji drastis adalah syarat mutlak, dan itu bukan keputusan ringan bagi pemain yang masih berada di usia emas karier.
Antara Logika Bisnis dan Nostalgia
Dari sudut pandang bisnis, Newcastle berada di posisi kuat. Kontrak, usia, dan performa Tonali membuat mereka tak punya urgensi untuk menjual murah.
Sementara bagi Juventus, wacana ini lebih berfungsi sebagai pengingat: romantisme sepak bola sering kali kalah oleh neraca keuangan.
Musim panas masih panjang. Selama bursa belum ditutup, nama Tonali akan terus bergema—entah sebagai target realistis klub Inggris, atau sekadar mimpi mahal yang sesekali muncul di benak Turin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni