RADARTUBAN - Proses pengadaan jet tempur Dassault Rafale untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif.
Setelah datangnya tiga unit pertama pada bulan Januari lalu, saat ini Kementerian Pertahanan tengah menanti kedatangan unit selanjutnya dari alat utama sistem persenjataan tersebut yang dijadwalkan akan tiba pada periode pertengahan tahun ini.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, selaku Kepala Biro Informasi Pertahanan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, menjelaskan bahwa saat ini ketiga pesawat tempur yang baru datang tersebut telah disiagakan di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin yang berlokasi di Pekanbaru.
Rico juga menjelaskan bahwa penempatan tiga unit Rafale yang tiba pada awal tahun tersebut memang difokuskan di wilayah Riau.
Baca Juga: Duel Udara Memanas! Rudal S-300 Rusia Berhasil Jatuhkan Jet Tempur F-16 Milik AS
Total Pembelian 42 Unit, Pengiriman Dilakukan Bertahap
Mengingat Pemerintah Indonesia telah menyepakati pembelian total sebanyak 42 unit jet tempur buatan Prancis tersebut, maka saat ini masih terdapat pengiriman sebanyak 39 unit lagi.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Kementerian Pertahanan memproyeksikan bahwa pengiriman berikutnya akan kembali dilakukan sekitar pertengahan tahun 2026.
Tanggal pengiriman kedua tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut, Brigjen Rico memberikan indikasi bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menerima secara langsung kedatangan alutsista canggih tersebut.
Seperti pada pengiriman pertama, pesawat yang akan dikirim pada gelombang kedua ini diprediksi jumlahnya juga ada tiga unit.
Pihak kementerian sedang mempersiapkan sebuah seremoni penerimaan yang akan diselenggarakan secara terpusat bersama Kepala Negara, mengingat proses ini masih akan berlangsung dalam banyak tahapan hingga mencapai jumlah total 42 unit.
TNI AU Siapkan Skadron Udara 12 sebagai Pangkalan Utama
Di sisi lain, TNI Angkatan Udara sebagai pihak operator terus mematangkan segala persiapan untuk menyambut armada Rafale dari Prancis.
Berdasarkan jadwal yang ada, puluhan pesawat tersebut akan mendarat di tanah air secara bertahap yang dimulai sejak akhir Januari 2026.
Skadron Udara 12 yang bermarkas di Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, telah ditetapkan menjadi pangkalan utama bagi jet tempur generasi terbaru ini.
Armada Hawk Direlokasi ke Lanud Supadio
Dalam rangka menata kesiapan markas, TNI AU telah melakukan relokasi terhadap armada pesawat tempur Hawk 109/209 yang sebelumnya menghuni Skadron Udara 12.
Pesawat-pesawat tersebut kini dipindahkan ke Skadron Udara 1 yang berada di Lanud TNI AU Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Proses pemindahan armada Hawk tersebut dilakukan dengan upacara tradisi pelepasan sebagai bentuk apresiasi terhadap masa pengabdian alutsista lama sekaligus sebagai tanda simbolis penyerahan estafet tugas antar satuan di bawah komando TNI Angkatan Udara.
Tradisi Pelepasan sebagai Penghormatan Alutsista Lama
Marsekal Muda TNI Djoko Hadipurwanto, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara, dalam pernyataan resminya pada awal Januari lalu menegaskan bahwa tradisi pelepasan pesawat tersebut merupakan penghormatan tinggi atas jasa alutsista yang telah lama beroperasi dalam menjaga wilayah udara nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni