Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banyak Orang Tua Salah, Dokter Anak Ungkap Cara Tepat Penuhi Gizi Anak Saat Puasa Ramadan

Siti Rohmah • Minggu, 1 Maret 2026 | 07:15 WIB

Ilustrasi Pendampingan orang tua penting untuk menjaga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi selama Ramadan.
Ilustrasi Pendampingan orang tua penting untuk menjaga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi selama Ramadan.

RADARTUBAN - Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, Afiffa Mardhotillah, membagikan sejumlah panduan bagi orang tua dalam memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi saat mulai menjalani puasa Ramadan.

Menurut Afiffa, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kesiapan anak, baik dari segi usia, kondisi fisik, maupun mental.

“Pastikan anak sudah cukup matang dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik sebelum belajar berpuasa,” ujarnya saat dihubungi ANTARA.

Risiko Penurunan Nafsu Makan dan Dehidrasi pada Anak

Ia menjelaskan, anak yang baru mulai berpuasa kerap mengalami penurunan nafsu makan serta berisiko mengalami dehidrasi akibat berkurangnya asupan cairan.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu menyebutkan, anak usia sekolah umumnya membutuhkan asupan cairan sekitar 1 hingga 2 liter per hari, tergantung berat badan dan aktivitasnya.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan di Tuban Diprotes, Wali Murid Soroti Nilai Gizi

Strategi Memenuhi Kebutuhan Cairan Selama Puasa

Karena itu, orang tua perlu memastikan kebutuhan cairan anak tetap tercukupi. Anak dianjurkan untuk rutin minum air putih atau cairan sehat lainnya selama waktu berbuka hingga sahur.

Afiffa menyarankan pembagian konsumsi cairan secara bertahap, yakni masing-masing 25 persen saat berbuka puasa, setelah makan malam, menjelang tidur, dan ketika sahur.

“Jika anak merasa bosan minum air putih, infused water dengan potongan buah bisa menjadi alternatif,” katanya.

Pentingnya Gizi Seimbang Saat Sahur dan Berbuka

Dari sisi asupan makanan, Afiffa menekankan pentingnya keseimbangan gizi yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

Untuk karbohidrat, orang tua dianjurkan memilih sumber dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, atau oats agar anak merasa kenyang lebih lama dan tidak cepat lapar.

Ia juga mengingatkan agar sahur dan berbuka tidak didominasi makanan atau minuman tinggi gula karena dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara cepat.

Asupan Protein Bantu Anak Tetap Semangat Berpuasa

Dalam pemenuhan protein, Afiffa menyarankan asupan sekitar 10 hingga 15 persen dari total kebutuhan kalori harian anak. Jenis makanan berprotein dapat disesuaikan dengan selera anak agar mereka tetap antusias menjalani puasa.

“Menu yang disukai anak akan membantu menjaga semangat dan kenyamanan mereka selama belajar berpuasa,” tuturnya.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#dehidrasi #kebutuhan gizi anak #cairan #puasa ramadan #mental