Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mitos atau Fakta? Burung Gunakan Semut untuk Basmi Parasit, Ini Penjelasan Ilmiah ala Darwin

Bihan Mokodompit • Minggu, 1 Maret 2026 | 08:00 WIB

Ilustrasi Burung liar yang sedang melakukan proses anting
Ilustrasi Burung liar yang sedang melakukan proses anting

RADARTUBAN - Mitos atau Fakta Burung Akan Meminta Bantuan Semut Untuk Mengusir Parasit di Tubuhnya? Begini Penelitian yang Diungkap Charles Darwin menjadi pertanyaan yang kerap muncul ketika publik melihat rekaman burung berdiri di atas sarang semut.

Fenomena ini dalam dunia sains dikenal sebagai perilaku anting pada burung.

Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan burung yang sengaja membiarkan semut merayap di tubuhnya atau menggosokkannya ke bulu.

Mengenal Perilaku Anting pada Burung

Perilaku anting pada burung telah diamati di berbagai belahan dunia dan melibatkan banyak spesies liar.

Dalam praktiknya, burung bisa berdiri di atas sarang semut atau mengambil semut menggunakan paruhnya.

Semut yang merasa terancam akan mengeluarkan cairan kimia seperti asam format.

Zat inilah yang diduga berperan dalam membantu mengurangi parasit di sela bulu.

Sejumlah peneliti menyebut perilaku anting pada burung sebagai bentuk perawatan diri alami.

Artinya, burung tidak selalu dalam kondisi sakit berat ketika melakukannya.

Benarkah untuk Mengusir Parasit?

Banyak kajian ilmiah menyebut kebiasaan ini berkaitan dengan upaya mengusir parasit burung.

Parasit seperti tungau dan kutu dapat hidup di bulu dan kulit burung.

Asam format yang dihasilkan semut dipercaya mampu membantu mengurangi gangguan tersebut.

Meski demikian, ilmuwan menegaskan bahwa hipotesis ini masih terus diteliti.

Beberapa studi lain juga menyebut perilaku anting pada burung mungkin berkaitan dengan proses ganti bulu atau moulting.

Dengan demikian, tidak semua kasus dapat langsung disimpulkan sebagai strategi mengusir parasit burung.

Catatan Charles Darwin dan Pengamatan Awal

Nama Charles Darwin sering dikaitkan dengan pembahasan perilaku hewan yang unik dan adaptif.

Dalam bukunya yang berjudul The Expression of the Emotions in Man and Animals, Darwin membahas berbagai ekspresi dan kebiasaan hewan.

Ia memang tidak menggunakan istilah ilmiah modern seperti sekarang.

Namun, Darwin menulis bahwa hewan memiliki cara-cara tertentu untuk merawat tubuhnya.

Ia menyatakan, “Kebiasaan pada hewan sering kali tampak sederhana, namun dapat memiliki tujuan yang penting bagi kelangsungan hidupnya.”

Kutipan tersebut merupakan terjemahan dari naskah asli berbahasa Inggris yang membahas adaptasi perilaku hewan.

Pengamatan Darwin menjadi pijakan awal bagi penelitian lanjutan mengenai perilaku anting pada burung dan interaksinya dengan serangga.

Pandangan Ilmuwan Modern

Sejumlah jurnal ilmiah seperti The Auk dan The Wilson Bulletin pernah mempublikasikan studi mengenai kebiasaan ini.

Penelitian modern menekankan pentingnya verifikasi lapangan sebelum menyimpulkan fungsi spesifik dari perilaku tersebut.

Sebagian ahli menyatakan bahwa perilaku anting pada burung juga bisa menjadi cara menetralisir zat kimia semut sebelum dimakan.

Pendapat ini menunjukkan bahwa interaksi burung dan semut tidak selalu berkaitan langsung dengan mengusir parasit burung.

Mitos atau Fakta?

Berdasarkan penelitian yang tersedia, anggapan bahwa burung meminta bantuan semut sepenuhnya adalah penyederhanaan.

Fakta ilmiahnya menunjukkan bahwa perilaku anting pada burung merupakan bentuk adaptasi alami.

Kemungkinan besar kebiasaan ini membantu mengurangi parasit burung, meski bukan satu-satunya tujuan.

Penelitian sejak era Charles Darwin hingga ilmuwan modern memperlihatkan bahwa perilaku hewan sering memiliki lebih dari satu fungsi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Sarang Semut #burung #parasit #charles darwin