Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gus Yahya Tegaskan Serangan AS-Israel ke Iran: Tindakan Brutal Berpotensi Picu Konflik Global

Ika Nur Jannah • Selasa, 3 Maret 2026 | 17:20 WIB

Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf

RADARTUBAN - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau sapaan Gus Yahya, melontarkan kecaman keras terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Kecam Tindakan yang Dinilai Merusak Tatanan Dunia

Ia menyebut aksi tersebut sebagai tindakan brutal yang merusak tatanan internasional dan berpotensi memicu konflik global tak terkendali.

Gus Yahya menegaskan bahwa serangan AS-Israel bukan hanya pelanggaran norma global, tetapi juga membuka celah bangkitnya radikalisme dan ekstremisme.

"Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional," tegasnya, seperti dikutip dari sumber Kompas.com.

Baca Juga: Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir di Harlah ke-100 NU, Ini Penjelasan Ketua PBNU

Sayangkan Respons Balasan Iran

Ia juga menyayangkan respons Iran yang menyerang balik, meski memahami kemarahan mereka terhadap target militer AS.

Gus Yahya memperingatkan eskalasi ini dapat memperburuk situasi global, serupa dampak perang Rusia-Ukraina yang memicu krisis pangan di sejumlah negara netral.

PBNU Desak Diplomasi dan Peran PBB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk bertindak tegas menghentikan kekerasan sepihak, sebagaimana pernah disuarakan dalam kasus serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran sebelumnya.

Pernyataan ini sejalan dengan sikap PBNU yang konsisten menolak agresi unilateral demi menjaga perdamaian dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#iran #eskalasi #yahya cholil staquf #pbb #Amerika Serikat #gus yahya #pbnu #Israel