RADARTUBAN – Tekanan kini datang dari level tertinggi di tubuh raksasa Serie A, Juventus.
Direktur olahraga Damien Comolli disebut berada dalam sorotan serius John Elkann, yang dikabarkan kecewa dengan arah perkembangan tim sepanjang musim ini.
Laporan tersebut disampaikan oleh media pendukung Juventus TUTTOJUVE.COM, yang menyebut bahwa bukan hanya hasil di lapangan yang dipertanyakan, tetapi juga kualitas keputusan Comolli di bursa transfer.
Baca Juga: Klausul Rahasia Osimhen Terbongkar: Napoli Kunci Juventus, Premier League Dapat Keuntungan Besar
Belanja Mahal, Dampak Minim
Sumber yang sama menyoroti fakta bahwa tak satu pun rekrutan utama Juventus musim ini benar-benar menjelma starter reguler.
Beberapa nama hanya bermain karena keterpaksaan situasi, bukan karena kepercayaan penuh dari staf pelatih - baik di era Igor Tudor maupun Luciano Spalletti.
Salah satu contoh yang disebut adalah Jonathan David, yang lebih sering dimainkan karena kebutuhan mendesak, bukan karena ia menjadi bagian inti rencana jangka panjang.
Situasi ini memperkuat kesan bahwa Juventus membeli pemain tanpa peta peran yang jelas—sebuah kemewahan yang tak bisa lagi ditoleransi di klub sebesar Juve.
Target Berjatuhan, Arah Tak Konsisten
Daftar nama yang sempat dikaitkan dengan Juventus pun mencerminkan kebingungan strategi.
Loïs Openda kini sudah keluar dari radar. Nama lain seperti João Mário, Jeremie Boga, Edon Zhegrova, hingga Emil Holm muncul silih berganti—tanpa garis merah yang jelas.
Bagi internal klub, ini bukan dinamika pasar. Ini dianggap sebagai ketiadaan kompas teknis.
Masalah Striker Jadi Titik Paling Kritis
Kritik paling keras diarahkan pada penanganan sektor penyerang. Juventus dinilai gagal menyusun rencana matang sejak musim panas. Nama Randal Kolo Muani sempat dikejar, lalu menghilang.
Memasuki musim dingin, rumor justru melebar ke segala arah—mulai dari Jean-Philippe Mateta, Kolo Muani kembali, hingga Mauro Icardi.
Di internal Juventus, rangkaian ini disebut sebagai perencanaan improvisasi, bukan strategi klub besar.
Baca Juga: Anthony Tagliente, Bocah Ajaib Parma yang Jadi Incaran Juventus, Bayern, dan Dortmund
Comolli di Titik Rawan
Tekanan John Elkann bukan simbolik. Ini sinyal. Juventus ingin kembali ke jalur elite, dan kesalahan di meja transfer kini dipandang sama fatalnya dengan kekalahan di lapangan.
Jika evaluasi ini berujung pada perubahan struktur, maka musim ini akan dikenang bukan hanya sebagai musim tanpa trofi—tetapi sebagai momen ketika kepercayaan mulai runtuh dari atas.
Dan di Juventus, ketika kepercayaan hilang, waktu selalu berjalan cepat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni