RADARTUBAN - Bandara-bandara di Timur Tengah macet akibat konflik AS-Iran membuat pebisnis dan wisatawan kaya terjebak.
Mereka berebut jet pribadi dengan tarif selangit hingga Rp 1,6 miliar untuk kabur dari zona bahaya.
Bandara Tutup, Permintaan Jet Melonjak
Konflik memicu penutupan ruang udara Timur Tengah hingga (3/3). Wisatawan elit di Dubai memilih jet pribadi karena penerbangan komersial terhenti, menyebabkan harga sewa naik tiga kali lipat.
Perusahaan JetVip di Muscat melaporkan tarif jet kecil Nextant ke Istanbul mencapai 85.000 euro atau Rp 1,67 miliar.
Kursi sewa ke Moskow dijual Rp 392 juta per orang, meski pasokan pesawat terbatas karena masalah asuransi.
AlbaJet dari Austria menyebut ketersediaan kursi minimal untuk rute Eropa, dengan harga Rp 1,7 miliar. Banyak operator enggan terbang karena risiko konflik.
Vimana Private Jets mencatat tarif rute Riyadh–Eropa hingga 350.000 dolar AS atau Rp 6 miliar.
Permintaan melonjak sejak (27/2), namun armada sulit diposisikan di kawasan konflik.
Infrastruktur Rusak, Turis Terjebak
Konflik ini merusak infrastruktur bandara dan hotel ikonik Dubai akibat serangan drone serta rudal Iran.
Ribuan turis terjebak, sementara kalangan elit memilih jalur darat ke Oman atau jet pribadi demi evakuasi cepat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni