RADARTUBAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keinginannya menampilkan budaya Betawi di panggung internasional melalui acara khusus saat kunjungan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, ke Jakarta pada Juni mendatang.
Betawi Night untuk Tamu Negara
Pernyataan ini disampaikannya saat ia menghadiri buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi di Masjid Tangkuban Parahu, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Pramono mengungkapkan ide acara "Betawi Night" yang diusulkan Duta Besar Indonesia di Kazakhstan.
Acara ini dirancang untuk menampilkan tradisi Betawi secara otentik kepada tamu negara.
Pramono menekankan bahwa budaya Betawi harus menjadi identitas utama Jakarta, bukan sekadar formalitas.
Baca Juga: Pramono Anung Apresiasi Buku Siswi SD soal Kerusakan Hutan di Festival Panen Buku Jakarta 2025
Upaya Pelestarian Budaya
Sebagai mantan Sekretaris Kabinet, Pramono telah menerapkan pakaian adat Betawi seperti kebaya encim dan pakaian pria tradisional dalam acara resmi Pemprov DKI, menggantikan jas konvensional.
Ia juga mengumumkan revitalisasi Museum Haji Umar Thamrin dengan anggaran Rp 15 miliar untuk pendidikan sejarah Betawi bagi pelajar dan masyarakat.
Selain itu, Pemprov DKI berencana menggelar kegiatan bulanan ulama Betawi di Monumen Nasional (Monas) sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh budaya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni