RADARTUBAN – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian sementara (Huntara) dan jatah hidup (Jadup) yang layak bagi penyintas banjir.
Kunjungan ke Huntara
Pada Selasa sore (3/3), Bupati Al-Farlaky mengunjungi Huntara di Desa Nie, Kecamatan Simpang Jernih, untuk bertemu langsung dengan warga korban bencana.
Di lokasi tersebut, 28 kepala keluarga telah menempati Huntara yang dilengkapi listrik, WiFi, dan air bersih.
Ia meminta warga menjaga fasilitas agar tetap dapat dinikmati bersama, sambil menyerahkan bantuan makanan dan santunan untuk anak yatim.
Baca Juga: Didukung BRI, Danantara Serahkan 600 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Pemantauan dan Penambahan Unit
Al-Farlaky menjamin pemerintah daerah terus memantau pembangunan Huntara, baik yang masih dikerjakan maupun yang sudah dihuni.
Ia mendorong penambahan unit Huntara sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Mendagri Izinkan Kayu Sisa Banjir Aceh Dimanfaatkan untuk Huntara dan Huntap
Permintaan Jadup bagi Penyintas
Bupati mengirim surat ke Kepala Satuan Tugas Fasilitasi Rekonstruksi Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, meminta Jadup Rp 1,5 juta per orang per hari selama 90 hari bagi penyintas.
Langkah ini diharapkan segera direalisasikan agar warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah, terutama di tengah bulan puasa.
Salah satu penghuni Huntara A3, Tsaniah (55), menyatakan merasa lebih nyaman dibanding tenda pengungsian sebelumnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni