Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Ratusan Kapal Tanker Tak Bisa Melintas di Selat Hormuz

Siti Rohmah • Rabu, 4 Maret 2026 | 19:10 WIB

Ilustrasi sebuah kapal melintas di Selat Hormuz, Iran.
Ilustrasi sebuah kapal melintas di Selat Hormuz, Iran.

RADARTUBAN - Sekitar 200 kapal tanker dilaporkan tertahan di pintu masuk Selat Hormuz di kawasan Teluk Oman pada Selasa (3/3).

Dengan penambahan tersebut, total kapal yang terjebak di wilayah itu kini mencapai sekitar 300 unit. Informasi ini berdasarkan data pelacakan MarineTraffic yang dianalisis kantor berita RIA Novosti.

Data tersebut menunjukkan tidak ada satu pun kapal tanker yang saat ini melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Secara geografis, pesisir utara selat ini berada di wilayah Iran, sementara pantai selatannya berbatasan dengan Uni Emirat Arab dan Oman.

Baca Juga: Harga Minyak Gila-gilaan! Efek Penutupan Selat Hormuz Akibat Perang Iran vs AS-Israel

Jalur Vital Energi Dunia Terhenti

Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah disebut sebagai penyebab utama terhentinya arus pelayaran melalui Selat Hormuz.

Jalur ini selama ini menjadi rute vital pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia dari negara-negara Teluk.

Ketegangan regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.

Bayang-Bayang Krisis Energi Global

Rangkaian serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik terkait isu nuklir Iran, yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan antara Washington dan Teheran di Jenewa, dengan Oman berperan sebagai mediator.

Terhentinya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz berpotensi memicu gangguan pasokan energi global dan kenaikan harga minyak dunia jika ketegangan terus berlanjut.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kapal tanker #Teluk Oman #timur tengah #iran #selat hormuz