RADARTUBAN - Pemerintah memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman, jauh di atas batas standar minimum.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, stok BBM nasional saat ini cukup untuk 23 hari.
Ia menekankan pentingnya pembangunan fasilitas penyimpanan baru agar ketahanan energi bisa diperpanjang hingga tiga bulan.
Baca Juga: Update Harga BBM: Seluruh SPBU Kompak Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Berikut Daftar Harganya
Kapasitas Penyimpanan Saat Ini Terbatas
Bahlil menjelaskan, kapasitas cadangan BBM Indonesia memang terbatas sejak lama.
Hal itu ia sampaikan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).
Menurut Bahlil, daya tampung maksimal penyimpanan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar 25 hari.
Itulah sebabnya cadangan operasional selama ini berkisar 20–23 hari. Saat ini, stok BBM berada di angka 23 hari, lebih tinggi dari standar minimum nasional.
Baca Juga: Perang AS–Iran Memanas, Airlangga Sebut Harga BBM di Indonesia Berpotensi Naik
Cadangan Aman, Tapi Butuh Fasilitas Baru
Pemerintah menyebut kondisi energi nasional aman. Meski demikian, Bahlil mengingatkan bahwa keterbatasan Indonesia bukan pada pasokan minyak, melainkan pada daya tampung penyimpanan.
Bahlil menekankan, mustahil cadangan BBM bertahan 60 hari jika fasilitas penyimpanan belum ditingkatkan.
Menurutnya, pemerintah saat ini belum memiliki fasilitas penyimpanan yang cukup besar untuk menampung cadangan energi dalam jangka lebih panjang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni