RADARTUBAN - Saat menjalankan puasa, beberapa orang mungkin memilih untuk tidur lebih lama di siang hari untuk “menghindari rasa lapar”.
Namun, ternyata tidur sepanjang hari bukan solusi yang benar-benar mengatasi rasa lapar, malahan bisa memberi efek negatif pada energi, lapar, dan suasana hati.
Tidur Berlebihan Bisa Ganggu Energi dan Produktivitas
Tidur memang bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama saat puasa. Tetapi tidur berlebihan, terutama tanpa aktivitas fisik yang cukup, sering dikaitkan dengan perasaan malas, cepat lapar, dan penurunan produktivitas.
Baca Juga: Dokter Tirta Ingatkan Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Dampaknya bagi Tubuh
Ritme Hormon Tubuh Terganggu
Menurut ahli gizi dan fisiologi, durasi tidur yang tidak seimbang dengan waktu bangun dapat mengubah ritme hormonal tubuh, termasuk hormon yang mengatur rasa lapar seperti leptin dan ghrelin.
Ketidakseimbangan kedua hormon ini dapat meningkatkan rasa ingin makan meskipun tubuh sebenarnya tidak kekurangan energi.
Hormon ghrelin memicu rasa lapar, sedangkan leptin memberi sinyal kenyang ke otak.
Kurang tidur atau tidur tak teratur dapat mengganggu kinerja kedua hormon ini sehingga rasa lapar muncul lebih sering meskipun tubuh sedang berpuasa.
Dampak Pola Tidur Panjang Saat Puasa
Pola makan yang berubah drastis selama Ramadan, dengan sahur di pagi dini hari dan buka puasa menjelang Maghrib, memaksa tubuh menyesuaikan ritme metabolisme dan tidur.
Tidur sepanjang siang bisa mengganggu pengaturan energi tubuh, membuat rasa lapar muncul lebih cepat saat berbuka.
Selain itu, tidur panjang tanpa bangun untuk sahur juga berarti tubuh melewatkan kesempatan penting untuk mengisi energi sebelum puasa, sehingga cadangan glukosa habis lebih cepat.
Kelelahan akibat pola tidur tidak teratur juga menurunkan ketahanan fisik dan memicu rasa malas.
Tips Pola Tidur Sehat Saat Puasa
Pakar kesehatan menyarankan untuk menjaga pola tidur yang teratur dan berkualitas, bukan sekadar tidur panjang.
Bangun pagi untuk sahur, kemudian tidur siang singkat (power nap) sekitar 20–30 menit lebih efektif untuk menyegarkan tubuh tanpa mengganggu ritme hormon.
Tidur sepanjang hari saat puasa mungkin terasa nyaman sementara, tapi bisa memicu rasa malas dan lapar lebih cepat karena gangguan ritme hormon dan energi tubuh.
Pola tidur sehat yang teratur jauh lebih efektif agar puasa tetap lancar dan badan tetap produktif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni