Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trump Santai Harga BBM Meroket akibat Ketegangan dengan Iran: Kalau Naik, Ya Naik Saja

M Robit Bilhaq • Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:10 WIB

 Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

RADARTUBAN - Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa cemas dengan adanya lonjakan harga bahan bakar di negaranya yang terjadi akibat ketegangan dengan Iran.

Trump: Lonjakan Harga Bensin Bukan Masalah Besar

Dalam sebuah sesi wawancara, pemimpin Amerika Serikat tersebut memberikan penekanan bahwa peningkatan biaya bensin bukan merupakan persoalan yang patut menjadi sumber kekhawatiran besar.

"Saya tidak punya kekhawatiran tentang itu," ujarnya dimuat Jumat (6/3).

"Harga akan turun sangat cepat ketika ini semua selesai. Dan jika naik, ya naik saja, tetapi ini jauh lebih penting daripada harga bensin naik sedikit," kata Trump.

Kenaikan Harga BBM di AS Akibat Ketegangan dengan Iran

Ketegangan yang berlangsung dengan Iran telah mengakibatkan harga bensin di Amerika Serikat merangkak naik sekitar 20 sen untuk setiap galonnya, atau setara dengan lonjakan sebesar tujuh persen hanya dalam waktu singkat belakangan ini.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, kenaikan tersebut mencapai angka sekitar 3.360 per galon atau berada di kisaran 880 hingga 900 per liter.

Baca Juga: Bersitegang, Donald Trump Larang Anthropic Dipakai Lembaga Federal AS

Strategic Petroleum Reserve Tetap Aman

Meski mengalami kenaikan tajam, Trump menegaskan bahwa pihak pemerintah tidak memiliki agenda untuk mencairkan atau menggunakan simpanan minyak darurat nasional yang dikenal dengan istilah Strategic Petroleum Reserve.

Perlu diketahui bahwa cadangan minyak bumi terbesar di tingkat global tersebut disimpan dengan aman dalam struktur jaringan gua garam di bawah tanah lokasinya ada di wilayah Texas dan Louisiana.

Optimisme Trump soal Jalur Minyak dan Militer Iran

Selain itu, Trump menyatakan optimismenya bahwa Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak dunia yang sangat vital akan senantiasa terbuka bagi lalu lintas perdagangan.

Selat Hormuz tersebut merupakan jalur utama yang dilewati oleh kurang lebih seperlima dari total pasokan minyak di seluruh dunia.

Dalam pandangannya, kekuatan armada laut milik Iran saat ini sudah tidak lagi menjadi ancaman yang berarti bagi stabilitas kawasan.

Trump mengklaim bahwa kekuatan militer laut negara tersebut sudah hancur dan berada di dasar laut sehingga tidak memiliki kekuatan apa pun lagi.

Dampak Gejolak Timur Tengah terhadap Pasar Energi

Pernyataan tersebut muncul hanya berselang sekitar satu minggu setelah Trump sempat membanggakan tren penurunan harga bahan bakar di Amerika Serikat melalui pidato resminya dalam acara State of the Union Address.

Namun, meningkatnya suhu konflik di kawasan Timur Tengah saat ini kembali membangkitkan rasa waswas di pasar energi internasional, terutama mengenai risiko terhambatnya distribusi minyak mentah secara global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Harga Bahan Bakar #presiden amerika serikat #iran #selat hormuz #harga bbm #donald trump