RADARTUBAN - Purbaya Yudhi Sadewa menyindir lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Ia menduga penilaian tersebut muncul karena Fitch menganggap pemerintahan baru dan dirinya sebagai Menteri Keuangan yang baru menjabat kurang berpengalaman dalam menghitung keuangan negara.
Sindiran Ringan soal Asumsi Fitch
Purbaya menyampaikan tanggapannya saat konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (6/3).
“Mungkin karena ini pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan enggak bisa ngitung. Ini juga kesalahan saya karena saya belum pernah ke luar negeri,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.
Ia mengakui belum melakukan kunjungan luar negeri sejak menjabat. Namun rencana tersebut kini akan diubah.
“Tadinya saya pikir sebelum ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen, saya enggak akan ke luar negeri. Tapi sekarang mesti berubah karena saya mesti marketing juga keadaan kita seperti apa,” tambahnya.
Keyakinan pada Kondisi Fiskal RI
Meski demikian, Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap aman dan terkendali.
Ia mempertanyakan asumsi Fitch terkait kelemahan struktural dalam APBN, dengan menyoroti rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih dalam batas sehat.
Data penerimaan negara pada awal 2026 juga menunjukkan performa kuat. Pendapatan negara tercatat tumbuh 9,5 persen pada Januari secara tahunan (yoy) dan meningkat 12,8 persen pada Februari.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penerimaan pajak yang melonjak hingga 30 persen.
Rencana Diplomasi Fiskal ke Luar Negeri
Purbaya mengungkapkan rencana melakukan kunjungan luar negeri mulai April 2026. Agenda tersebut akan bertepatan dengan pertemuan internasional seperti forum International Monetary Fund (IMF).
Kunjungan itu bertujuan untuk memastikan komunitas internasional memahami kondisi fiskal Indonesia serta potensi ekonomi nasional ke depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni