Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Resmi! Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Mudik Meski Global Memanas

M Robit Bilhaq • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:40 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

RADARTUBAN - Pemerintah memberikan jaminan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mendapatkan subsidi tidak akan naik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Keputusan ini tetap dipertahankan meskipun kondisi harga minyak mentah di pasar internasional sedang mengalami fluktuasi yang cukup tajam.

Ketidakstabilan harga tersebut merupakan dampak dari ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berujung pada terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz.

Baca Juga: Stok BBM-Elpiji Dipastikan Aman Selama Ramadan Hingga Hari Raya

Bahlil Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Hingga Lebaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil, memberikan penegasan di Istana Kepresidenan Jakarta bahwa dirinya menjamin tidak akan ada perubahan harga hingga Idul Fitri tiba.

Bahlil juga memberikan kepastian bahwa simpanan atau cadangan BBM di dalam negeri saat ini berada dalam posisi yang aman.

Ketersediaan stok saat ini tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 23 hari ke depan.

Baca Juga: Jelang Ramadan dan Mudik Lebaran, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Pemerintah Jaga Stabilitas Pasokan Energi

Pemerintah berkomitmen untuk selalu menjaga volume cadangan tersebut agar tetap berada pada level yang stabil.

Pasokan BBM akan terus ditambah secara konsisten, baik yang bersumber dari produksi domestik maupun hasil impor dari luar negeri.

Proses penambahan stok ini dilakukan secara proaktif tanpa harus menunggu ketersediaan barang merosot di bawah angka 21 hari.

Oleh sebab itu, Bahlil secara tegas menyanggah spekulasi yang menyebutkan bahwa persediaan BBM nasional akan segera habis dalam kurun waktu sekitar 20 hari.

Jaminan Energi Aman Saat Lebaran

Pihak pemerintah memberikan garansi kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat menyongsong hari raya dengan perasaan tenang tanpa perlu mencemaskan kekurangan bahan bakar.

Segala persiapan terkait ketersediaan stok BBM maupun LPG sudah diatur dan direncanakan dengan sangat matang.

Langkah antisipasi telah diambil untuk memastikan ketersediaan energi menjelang Lebaran tetap terjamin meskipun situasi politik global sedang mengalami dinamika yang berat.

Proyeksi Pasca Lebaran Belum Dijelaskan

Meski demikian, menteri yang juga dikenal sebagai figur pengusaha ini belum memberikan gambaran mengenai bagaimana proyeksi cadangan energi nasional setelah masa Lebaran berakhir.

Sebagaimana telah diketahui bersama, nilai jual minyak dunia saat ini sangat tidak menentu akibat terhambatnya distribusi global sebagai dampak perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Situasi konflik ini memicu lonjakan harga energi di seluruh dunia dengan tempo yang sangat cepat.

Harga Minyak AS Naik Lebih Tajam

Harga minyak berjangka di Amerika Serikat bahkan menunjukkan tren kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan dengan standar internasional minyak mentah Brent.

Hal tersebut dipicu oleh langkah Washington yang sedang melakukan pertimbangan serius guna menyikapi kenaikan biaya energi yang kian membubung.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis, 5 Maret, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat menguat sebesar 6,35 USD atau naik 8,51 persen hingga menyentuh angka 81,01 USD per barel.

Angka tersebut merupakan rekor harga tertinggi yang pernah dicapai sejak bulan Juli pada tahun 2024 yang lalu.

Minyak Brent Ikut Menguat

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent juga mengalami kenaikan sebesar 4,01 USD atau sekitar 4,93 persen dan ditutup pada harga 85,41 USD per barel.

Peningkatan harga ini terus berlangsung secara berturut-turut selama lima sesi perdagangan terakhir.

Namun memasuki hari Jumat, 6 Maret, terjadi sedikit koreksi di mana harga minyak mentah Brent berjangka mengalami penurunan sebesar 95 sen atau 1,1 persen menjadi 84,46 USD per barel.

Begitu pula dengan harga WTI yang ikut merosot 1,08 USD atau 1,3 persen sehingga berada di posisi 79,93 USD pada pantauan waktu pagi hari.

Lonjakan Harga Tertinggi Sejak 2022

Sepanjang pekan ini, harga Brent telah melonjak tajam sebanyak 16,4 persen, sedangkan WTI mengalami kenaikan drastis sebesar 19,2 persen.

Lonjakan harga mingguan ini tercatat sebagai yang paling ekstrem sejak peristiwa invasi skala penuh Rusia ke wilayah Ukraina pada Februari 2022 silam. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bbm #cadangan bbm #iran #Harga bahan bakar minyak #Amerika Serikat #minyak dunia #Israel #selat hormuz