RADARTUBAN – Bencana banjir bandang yang menerjang delapan desa di wilayah Kabupaten Tuban sepekan lalu menjadi atensi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungannya di wilayah Kabupaten Tuban, Jumat (6/3).
Mantan Wali Kota Surakarta itu menyoroti lambannya penanganan persoalan banjir tahunan yang sampai saat ini masih membayangi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.
Di sela kunjungannya di Bumi Wali, Wapres Gibran memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia Tuban. Kegiatan pertemuan tersebut digelar secara tertutup.
Secara khusus, putra sulung mantan Presiden Joko Widodo itu juga menaruh perhatian pada kondisi infrastruktur dan akses masyarakat yang terhambat akibat bencana. Gibran menekankan percepatan pemulihan dampak banjir, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Salah satu yang menjadi atensinya yakni kondisi akses jalan penghubung Desa Ngino-Sambongrejo yang rusak akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah setempat pada Senin (2/3), seperti dalam laporan berita yang ditulis Jawa Pos Radar Tuban edisi Rabu (4/3).
‘’Jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,’’ katanya dalam laporan Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden.
Dalam arahannya, Wapres Gibran mengingatkan pemerintah daerah lebih sigap dalam menyiapkan langkah pencegahan terjadinya bencana, terlebih mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Suami Selvi Ananda itu juga ‘’menyentil’’ pemkab setempat terkait langkah pencegahan jangka panjang terhadap bencana banjir. Wapres Gibran, menilai perlunya Langkah penanganan yang sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Kabupaten Tuban.
‘’Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,’’ tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam forum tersebut menyampaikan bahwa sejumlah program penanganan banjir di wilayah Kabupaten Tuban yang memang memerlukan dukungan anggaran dan skema pengerjaan jangka panjang.
‘’Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,’’ ungkap Khofifah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan termasuk upaya normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.
‘’Pada dasarnya semuanya telah selesai, tinggal normalisasi saja,’’ kata Mas Lindra. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama