RADARTUBAN - Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3).
Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi program strategis nasional sekaligus persiapan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.
Melalui unggahan Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, Presiden menyampaikan bahwa penguatan perusahaan mineral nasional merupakan langkah strategis untuk memastikan pengolahan sumber daya mineral Indonesia semakin terintegrasi dan mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Prabowo Dorong Pemanfaatan Sawit sebagai Solusi Swasembada BBM
Dihadiri Sejumlah Menteri Kabinet
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dari berbagai kementerian dan lembaga.
Beberapa di antaranya yakni:
- Airlangga Hartarto – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan
- Bahlil Lahadalia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
- Amran Sulaiman – Menteri Pertanian
- Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan
- Nusron Wahid – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
- Brian Yuliarto – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
- Sjafrie Sjamsoeddin – Menteri Pertahanan
- Agus Subiyanto – Panglima TNI
- Prasetyo Hadi – Menteri Sekretaris Negara
- Teddy Indra Wijaya – Sekretaris Kabinet
Pastikan Stok Pangan dan LPG Aman
Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok serta LPG menjelang Lebaran.
Pemerintah memastikan stok pangan dalam kondisi stabil agar masyarakat tidak khawatir saat melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri.
Langkah tersebut juga diambil untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi logistik berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Dorong Hilirisasi dan Kemajuan Teknologi
Selain isu pangan, Presiden juga menekankan bahwa percepatan program hilirisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan teknologi dalam negeri serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya ini dinilai penting agar Indonesia mampu berkembang menjadi pusat produksi sekaligus inovasi yang berdaya saing global.
Strategi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia.
Komitmen Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
Pertemuan di Hambalang menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Rapat koordinasi semacam ini disebut akan terus dilakukan secara rutin untuk menyatukan langkah serta memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai target. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni