RADARTUBAN - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Pelaku pasar kini mencermati dampaknya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpotensi bergerak dalam rentang sempit hari ini.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak dunia.
Risiko terhadap Kebijakan Suku Bunga
Analis pasar modal Hendra Wardana memperingatkan bahwa situasi ini dapat menahan penurunan suku bunga oleh bank sentral utama jika inflasi global meningkat.
Kenaikan harga minyak juga mendorong tekanan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus US$ 113 per Barel, Krisis Timur Tengah Picu Kepanikan Pasar Energi Global
Aliran Dana Asing Masih Masuk
Meski begitu, aliran dana asing yang mencatat net buy Rp 905 miliar menunjukkan minat investor terhadap saham-saham besar Indonesia yang valuasinya menarik.
IHSG diprediksi bergerak konsolidatif dengan level support di 7.300 dan resistance di 7.420.
Hendra Wardana dari Republik Investor menyatakan, “Pergerakan IHSG diharapkan masih cenderung konsolidatif dengan rentang antara support 7.300 dan resistance 7.420.”
Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga minyak stabil, peluang rebound IHSG masih terbuka lebar.
Dukungan datang dari masuknya dana asing yang memperkuat sentimen positif di pasar saham domestik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni