RADARTUBAN - Seorang karyawan PT Freeport Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan oleh orang tak dikenal di kawasan bekas tambang terbuka Tambang Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIT dan menambah daftar insiden keamanan di wilayah pertambangan tersebut.
Baca Juga: Pestapora 2025 Putus Kerja Sama Dengan PT Freeport, Sejumlah Musisi Tanah Air Umumkan Batal Tampil
Korban Sedang Menuju Area Kerja
Korban diketahui bernama Simson Mulia, seorang karyawan PT Freeport Indonesia berusia 48 tahun.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban saat itu sedang melakukan perjalanan bersama rekannya untuk melakukan pengecekan di area kerja tambang.
Mereka menggunakan kendaraan operasional menuju lokasi bekas tambang terbuka Grasberg ketika insiden penembakan terjadi.
Baca Juga: Tambang Grasberg Longsor, Produksi Emas Freeport Kuartal IV 2025 Anjlok hingga 86 Persen
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Tembagapura, Ajun Komisaris Polisi Firman, menjelaskan bahwa korban terkena tembakan dari orang tak dikenal yang diduga melakukan aksi penyerangan di kawasan tersebut.
Setelah kejadian, korban segera mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Aparat kepolisian bersama pihak terkait kemudian melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik penembakan tersebut.
Freeport Sampaikan Duka Cita
Pihak PT Freeport Indonesia juga mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya karyawan mereka.
Perusahaan menyatakan akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk membantu proses penyelidikan dan memastikan keamanan bagi seluruh pekerja di area tambang.
Tantangan Keamanan di Wilayah Tembagapura
Insiden ini menjadi perhatian serius karena kawasan tambang Grasberg merupakan salah satu area pertambangan terbesar di dunia yang memiliki aktivitas operasional dengan tingkat keamanan tinggi.
Selama ini, wilayah Tembagapura memang kerap menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk ancaman dari kelompok bersenjata di Papua.
Pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut agar aktivitas pertambangan dapat berjalan dengan aman.
Selain itu, perlindungan terhadap pekerja juga menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Kasus penembakan ini masih dalam tahap penyelidikan. Aparat kepolisian berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap pelaku penembakan serta memastikan proses hukum berjalan dengan semestinya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni