RADARTUBAN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bertemu langsung dengan Viona Amalia, atlet kickboxing asal Jawa Timur, di kantor Kemenpora Jakarta pada Jumat (13/3).
Pertemuan ini memuji keberanian Viona yang secara terbuka mengungkap dugaan kekerasan seksual oleh pelatih sekaligus Ketua Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur berinisial WPC.
Erick Thohir menilai Viona memiliki nyali besar karena berani membongkar kasus sensitif yang jarang disuarakan di dunia olahraga. Ia memberikan penghargaan tinggi atas nyali Viona yang luar biasa.
Apresiasi Disampaikan Melalui Media Sosial
Lewat unggahan Instagram pribadinya @erickthohir ia mengapresiasi keberaniannya untuk speak up.
"Terima kasih mbk viona yang sudah begitu berani untuk speak up tentang isu pelecehan yang dialami. Kami dari kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Akan memastikan hukuman seberat-beratnya untuk pelaku pelecehan seksual dan kekerasan fisik di dunia olahraga." tulis dalam postingan Erick.
Latar Kasus Viona Amalia Alami Pelecehan Seksual
Viona Amalia Adinda Putri, atlet berprestasi nasional, mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual sejak lama yang ia pendam karena takut pada posisi tersangka sebagai petinggi organisasi.
Ia pertama kali melaporkan secara internal pada 2024, lalu resmi ke polisi pada Januari 2025, hingga Polda Jawa Timur menetapkan WPC sebagai tersangka pada Februari 2026 atas kejadian di Jombang, Ngawi, dan Bali.
Keberanian Viona Dinilai Buka Jalan bagi Korban Lain
Keberanian Viona ini dinilai membuka pintu bagi korban lain untuk bersuara, sekaligus mendorong pembersihan lingkungan olahraga Indonesia yang aman dan bermartabat.
Erick Thohir menegaskan, tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual di cabang olahraga manapun.
"Jika ada kaitan dengan hukum yang berlaku, kami juga akan mengawal kasus ini sampai tuntas." tambahnya dalam keterangan tertulis Menpora itu.
Kasus ini mencuat di tengah prestasi Viona sebagai atlet top, memperkuat pesan bahwa keberanian melawan KKS krusial untuk lindungi atlet lain.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni