RADARTUBAN - Setelah permintaan maaf kepada Jokowi, kini Rismon Sianipar terlihat menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden pada hari ini, Jumat (13/3).
Dalam unggahan video Instagram pribadi @gibran_rakabumimg, terlihat Wapres menyambut kedatangan Rismon Sianipar dengan berjabat tangan sambil merangkulnya.
Rismon Akui Kesalahan dan Tanggung Jawab Penelitiannya
Rismon dalam video mengatakan bahwa keterbukaan dan kedewasaan sebuah keluarga walaupun dikritik dengan cara keras, bahkan tidak santun, patut dihargai.
"Sebuah keluarga yang bagi saya menanamkan nilai demokrasi jadi saya secara gentlemen mengatakan jangankan kepada Pak Jokowi dan keluarga besarnya kepada Republik saya minta maaf," ujarnya.
Baca Juga: Rismon Sianipar Meminta Maaf Terkait Polemik Ijazah Jokowi, Begini Respon Gibran
Ia menambahkan bahwa sebagai peneliti harus bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisan, bukan malah menyembunyikan kebenaran.
"Saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi dan uji coba yang sudah saya lakukan 3 bulan dan saya tuliskan dalam buku 2026 semoga bisa selesai," kata Rismon.
Wapres Gibran Berikan Bingkisan Parcel
Dalam pertemuan tersebut, Gibran terlihat memberikan bingkisan parcel besar kepada Rismon sebagai simbol penebusan atas hiruk-pikuk yang telah terjadi.
Unggahan Video Picu Beragam Komentar Publik
Unggahan video tersebut memicu berbagai komentar dari publik:
"Keren dah..mas wapres minta parcel juga dong." tulis @bobonsantoso
"Hidup Jokowi." tulis @salim_dower
"Rismon sudah sering hina mas Wapres & Pak Jokowi, tapi pas ketemu tetap dilayani dengan sangat baik. Eh, pas pulang malah disuruh bawa parcel lagi! Inilah definisi membalas nyinyiran dengan kasih sayang. Berkelas." tulis @leonardosirait.id
"Mas Wapres seolah mau bilang: 'Silahkan benci, kami tetap melayani. Mentalitas juara memang beda.'" tulis @laskargibran
"Rismon tiba-tiba minta maaf karena takut masuk penjara." tulis @hary_hutabarat22
Beberapa komentar lain menyoroti sikap santun keluarga Jokowi meski menghadapi hinaan dan fitnah, memperlihatkan pendekatan damai yang konsisten.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni