RADARTUBAN - Di tengah arus modernisasi, isu inklusi tengah menjadi hal yang menarik perhatian kawula muda. Alisa Widia Putri menjadi salah satu sosok yang mengambil peran nyata dalam gerakan inklusi di kalangan sebayanya.
Isu kesetaraan terhadap perbedaan yang seringkali masih terbentur stigma ini bukan penghalang bagi Alisa untuk berkecimpung dan menekuni lebih banyak soal inklusi. Melainkan, sebagai penggerak untuk mewujudkan kesetaraan sosial.
‘’Ini adalah pertama kalinya aku mengikuti kegiatan seperti ini. Perasaan pastinya campur aduk, ada rasa syukur, bangga, dan tentu saja sangat senang karena kegiatan ini memberikan kesan yang luar biasa mendalam," ujar Alisa kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lahir di bawah naungan zodiak Pisces yang dikenal penuh empati dan semangatnya meleburkan perbedaan di lingkungan sosial, Alisa bahkan terpilih menjadi bagian dari Duta Inklusi.
Motivasinya sederhana namun mulia, dia ingin berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil.
Dara asal Desa Talun, Kecamatan Montong ini memimpikan sebuah tatanan lingkungan yang tidak lagi melihat latar belakang sebagai batasan, melainkan sebagai hal yang harus dihargai.
Meski demikian, dia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya inklusi. Stigma terhadap kelompok tertentu masih banyak ditemukan.
‘’Pendekatan yang baik itu melalui edukasi yang terus menerus adalah kuncinya. Kita tidak bisa memaksa orang mengerti dalam waktu semalam, tapi kita bisa memberi contoh langsung,” jelasnya.
Caranya, siswi SMKN 2 Tuban ini melanjutkan, dengan bersikap terbuka, tidak membeda-bedakan teman, dan selalu menanamkan pemahaman bahwa perbedaan adalah hal yang saling melengkapi dalam kehidupan sosial.
Menurut Alisa, menjadi seorang Duta Inklusi bukan sekadar menyandang gelar, melainkan tentang aksi nyata. Dia menyebut bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi agen perubahan.
Bagi remaja 16 tahun ini, skill utama yang dibutuhkan adalah rasa percaya diri, empati yang tinggi, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kecakapan dalam menyampaikan pesan positif.
‘’Sangat penting bagi generasi muda untuk memiliki sifat menghargai perbedaan sejak dini. Pesan saya untuk generasi muda, jangan takut untuk menghargai perbedaan dan juga beranilah menjadi diri sendiri,”. pungkasnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama