Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kejurprov Renang Jawa Timur 2026 Digelar di Sidoarjo, Jadi Ajang Ukur Prestasi dan Seleksi Atlet

Bihan Mokodompit • Senin, 16 Maret 2026 | 19:10 WIB

Ilustrasi kejuaraan renang
Ilustrasi kejuaraan renang

RADARTUBAN - Kejurprov Renang 2026 akan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga akuatik di Jawa Timur tahun ini.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April 2026 di Kolam Renang GOR Sendang Delta Sidoarjo.

Kompetisi ini digelar oleh Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia Jawa Timur sebagai bagian dari program pembinaan atlet di daerah.

Melalui Kejurprov Renang 2026, para atlet diharapkan dapat menunjukkan perkembangan hasil latihan mereka selama ini.

Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi sarana pemantauan prestasi atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Baca Juga: Para Renang Indonesia Panen Medali Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Ajang Pengukuran Prestasi Atlet

Ketua Umum Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menegaskan bahwa Kejurprov Renang 2026 bukan sekadar kompetisi biasa.

Ajang ini juga berfungsi sebagai tolok ukur kemampuan atlet renang yang dibina di berbagai daerah.

Menurut Dewanti, kompetisi tersebut dapat menjadi gambaran perkembangan pembinaan olahraga renang di provinsi tersebut.

“Kejuaraan ini menjadi ajang tes prestasi untuk mengukur hasil latihan para perenang Jawa Timur,” kata Dewanti di Surabaya, Selasa (10/3).

Penyelenggaraan Kejurprov Renang 2026 diharapkan mampu mempertemukan atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.

Kompetisi ini juga memberikan kesempatan bagi pelatih untuk mengevaluasi performa atlet secara langsung.

Dengan demikian, hasil dari Kejurprov Renang 2026 bisa menjadi referensi penting dalam pengembangan atlet ke depan.

Bagian dari Seleksi Menuju Kejurnas Renang 2026

Selain sebagai ajang kompetisi daerah, Kejurprov Renang 2026 juga memiliki peran strategis dalam proses seleksi atlet.

Kejuaraan ini diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Kejurnas Renang 2026.

Melalui Kejurnas Renang 2026, atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia akan bersaing untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Karena itu, hasil Kejurprov Renang 2026 dapat menjadi indikator awal dalam menentukan atlet yang berpotensi tampil di level nasional.

Dewanti berharap seluruh daerah di Jawa Timur dapat mengirimkan atlet terbaik mereka.

Partisipasi dari berbagai kabupaten dan kota dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Semakin banyak atlet yang bertanding, maka semakin besar peluang menemukan talenta baru di cabang olahraga renang.

Baca Juga: Atlet Renang Keluhkan HTM Normal Saat Latihan di Kolam Renang Pemandian Bektiharjo. Dari sebelumnya “Didiskon” 50 Persen, Kini Bayar Full

Kesempatan Bagi Atlet dari Berbagai Daerah

Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur membuka kesempatan luas bagi atlet dari seluruh daerah untuk berpartisipasi dalam Kejurprov Renang 2026.

Para atlet yang mengikuti kejuaraan ini harus didaftarkan oleh Pengkab atau Pengkot Akuatik Indonesia di daerah masing-masing.

Selain itu, peserta wajib terdaftar sebagai anggota resmi Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur.

Data atlet juga harus tercatat dalam aplikasi resmi milik PB Akuatik Indonesia.

Setiap atlet diwajibkan memiliki status verified dalam sistem tersebut.

Mereka juga harus memiliki Nomor Induk Atlet Nasional atau NISNAS sebagai identitas resmi atlet.

Pengkab dan Pengkot bertanggung jawab penuh terhadap keabsahan data para atlet yang didaftarkan.

Termasuk di dalamnya validitas informasi mengenai tanggal lahir atlet.

Tetap Memberi Ruang bagi Atlet Program Pembinaan Nasional

Meski begitu, Kejurprov Renang 2026 juga mempertimbangkan kondisi atlet yang sedang menjalani program pembinaan di tingkat nasional.

Beberapa atlet kemungkinan tidak dapat mengikuti kejuaraan ini karena sedang menjalani program seperti Puslatda, Pelatnas, maupun DBON.

Ada pula atlet yang sedang menjalani latihan di luar negeri.

Bagi atlet yang tidak dapat hadir dalam Kejurprov Renang 2026, mereka tetap diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi lainnya.

Kompetisi tersebut harus diakui oleh PB Akuatik Indonesia maupun organisasi renang dunia World Aquatics.

Kebijakan ini bertujuan agar pembinaan atlet tetap berjalan tanpa menghambat program latihan yang sudah dijalani.

Dengan berbagai ketentuan tersebut, Kejurprov Renang 2026 diharapkan mampu menjadi ajang kompetisi yang berkualitas sekaligus mendorong lahirnya atlet renang berprestasi dari Jawa Timur. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#atlet renang #akuatik #Kejurprov Renang 2026 #Kolam renang Gor Delta Sidoarjo