Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dominasi Indomaret dan Alfamart Guncang Ritel Asia Tenggara, Kuasai 60 Persen Gerai!

Tulus Widodo • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:05 WIB

 

Ilustrasi gerai Indomaret dan Alfamart yang berdiri berdampingan
Ilustrasi gerai Indomaret dan Alfamart yang berdiri berdampingan

RADARTUBAN – Peta persaingan ritel modern di Asia Tenggara semakin terang benderang.

Dua nama dari Indonesia, Indomaret dan Alfamart, tampil sebagai raksasa yang nyaris tak tersentuh.

Dengan total lebih dari 33 ribu gerai, keduanya menguasai sekitar 60 persen dari keseluruhan jaringan 10 besar supermarket di kawasan.

Data terbaru yang bersumber dari GourmetPro 2025 menunjukkan, Indomaret memimpin dengan lebih dari 17.000 gerai, disusul Alfamart dengan lebih dari 16.000 gerai.

Dominasi ini bukan sekadar angka—melainkan cerminan kekuatan distribusi, kedekatan dengan konsumen, serta agresivitas ekspansi yang konsisten selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart Bunuh UMKM, Serukan Pembatasan Ritel Modern

Dominasi Lokal, Dampak Regional

Keunggulan dua pemain Indonesia ini memperlihatkan satu hal: pasar domestik yang besar bisa menjadi fondasi ekspansi yang luar biasa kuat.

Dengan populasi masif dan pola konsumsi harian yang tinggi, Indonesia menjadi ladang subur bagi model bisnis minimarket.

Tak heran jika pemain regional seperti Dairy Farm International Holdings dan AEON Group harus bekerja lebih keras untuk menandingi dominasi tersebut.

Keduanya memang mengoperasikan lebih dari 12 ribu gerai di lebih dari tujuh negara, menunjukkan kekuatan jaringan lintas batas.

Namun, skala mereka tetap belum mampu melampaui dominasi terpusat ala Indonesia.

Strategi Berbeda, Hasil Berbeda

Perbedaan strategi menjadi pembeda utama. Indomaret dan Alfamart fokus pada penetrasi dalam negeri hingga ke level permukiman, bahkan desa.

Sementara Dairy Farm dan AEON mengandalkan diversifikasi pasar dan format toko yang lebih variatif, dari supermarket hingga department store.

Di sisi lain, pemain seperti VinMart+ dari Vietnam dan Big C dari Thailand mencoba mengejar dengan ekspansi agresif, meski jumlah gerai masih terpaut jauh.

Persaingan ke Depan Makin Ketat

Meski terlihat dominan, posisi Indomaret dan Alfamart bukan tanpa ancaman. Perubahan perilaku konsumen, digitalisasi ritel, hingga munculnya e-commerce cepat saji berpotensi menggerus model bisnis konvensional.

Namun, hingga saat ini, keduanya masih unggul dalam satu aspek krusial: kedekatan fisik dengan pelanggan.

Dalam bisnis ritel harian, jarak sering kali lebih menentukan daripada teknologi.

Peta ini mengirim pesan jelas: siapa yang paling dekat dengan konsumen, dialah yang menguasai pasar.

Dan untuk saat ini, Asia Tenggara masih menjadi panggung milik dua raksasa ritel asal Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#asia tenggara #Alfamaret #Ritel Modern #supermarket #indomaret