RADARTUBAN - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan tumpuan utama rakyat untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu disampaikan langsung saat ia berbicara di hadapan prajurit Yonif TP 845/Satriya Satam di Belitung pada Selasa (17/3).
Prajurit Diminta Dekat dengan RakyatSjafrie menjelaskan bahwa Yonif TP 845 merupakan bagian dari 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan yang bertugas menjaga keamanan NKRI sekaligus mendukung masyarakat setempat.
Baca Juga: Panglima TNI Tetapkan Status Siaga I, Ini Penjelasan dan Dampaknya bagi Masyarakat
Ia meminta para prajurit mensyukuri amanah dari rakyat dengan memberikan manfaat nyata melalui kehadiran markas batalyon.
“Rakyat harus merasakan manfaat kehadiran kalian. Semua aktivitas yang berhubungan dengan masyarakat, kalian harus ikut terlibat,” tegasnya, dikutip dari sumber Kompas.com.
Menhan juga menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan prajurit sebagai profesional yang siap bertugas di mana saja di seluruh Indonesia.
“Tidak ada satupun batalion prajurit ini yang tidak siap melaksanakan tugas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa prajurit harus bersedia berkorban jiwa dan raga demi keamanan serta kesejahteraan rakyat.
Nilai Dasar TNI Harus Dipegang TeguhSjafrie turut mengingatkan seluruh prajurit untuk menanamkan nilai-nilai dasar TNI dalam kehidupan sehari-hari, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter prajurit yang disiplin, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.(*).