RADARTUBAN - Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi kematian Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang tewas dalam serangan udara Israel di Teheran pada Senin malam (16/3).
Pengumuman tersebut disampaikan Dewan Keamanan Iran pada Selasa (17/3), saat konflik kawasan memasuki minggu ketiga sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Israel Klaim Serangan Tepat Sasaran
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya mengklaim bahwa Larijani telah “dihilangkan” dalam operasi militer yang disebutnya tepat sasaran di pusat ibu kota Iran.
Katz mengaku menerima informasi intelijen bahwa Larijani, yang juga memimpin Basij, tewas dalam serangan tersebut.
Media Israel seperti Yedioth Ahronoth juga melaporkan Larijani sebagai target utama, bersama komandan Basij Gholamreza Soleimani yang hingga kini belum diketahui kondisi pastinya.
Tokoh Kunci di Lingkar Kekuasaan Iran
Larijani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Iran dan berada dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Ia juga dikenal aktif dalam berbagai kebijakan strategis, termasuk isu keamanan nasional dan geopolitik kawasan.
Sempat Peringatkan Amerika Serikat
Belum lama ini, Larijani sempat memperingatkan Presiden AS Donald Trump terkait potensi eskalasi konflik, khususnya jika Iran menutup jalur vital Selat Hormuz.
Ia menyebut jalur tersebut bisa menjadi “simbol kekalahan bagi musuh” jika konflik terus memanas.
Situasi Regional Kian Memanas
Hingga kini, pemerintah Iran belum mengumumkan sosok pengganti Larijani.
Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas dengan risiko eskalasi konflik yang semakin luas di tengah ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.(*).
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni