RADARTUBAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah kabar yang menyebut seluruh penerbangan internasional dari dan ke Indonesia dihentikan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah memastikan bahwa operasional penerbangan tetap berjalan normal, meskipun sejumlah maskapai melakukan penyesuaian rute dan mengalami keterlambatan.
Klarifikasi Kemenhub
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa informasi mengenai penghentian total penerbangan internasional tidak benar.
Lukman menyatakan bahwa Ditjen Perhubungan Udara terus memantau kondisi penerbangan internasional yang terdampak situasi di Timur Tengah dan memastikan penanganan penumpang berjalan aman serta terkoordinasi.
Baca Juga: Penumpang Bandar Udara Adisutjipto Meningkat 123 Persen, Penerbangan Jakarta Masih Mendominasi
Kondisi Operasional Penerbangan
Hingga (17/3) pukul 10.30 WIB, sejumlah maskapai tetap beroperasi normal, termasuk penerbangan langsung ke Arab Saudi yang dilayani Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Air Arabia, dan Flyadeal.
Kemenhub juga menyebut beberapa penerbangan yang tidak melewati kawasan sensitif telah kembali normal sehingga kebutuhan perjalanan penumpang tetap dapat terpenuhi.
Pesawat Sempat Tertahan di Indonesia
Kemenhub mengakui adanya pesawat yang tertahan di Indonesia, di antaranya milik Qatar Airways yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Dalam keterangannya, Lukman menegaskan penanganan penumpang yang terdampak dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, serta lembaga terkait.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah melalui Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi resmi dari maskapai maupun otoritas terkait sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi ruang udara serta perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang dapat berubah sewaktu-waktu.(*).
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni