Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

28 Titik Rukyatul Hilal Jawa Timur Disiapkan, Tuban Masuk Lokasi Strategis Penentuan Lebaran

Tulus Widodo • Kamis, 19 Maret 2026 | 10:03 WIB

Menara Banyuurip kembali dipilih sebagai lokasi rukyatul hilal awal Ramadan 2026 di Tuban.
Menara Banyuurip kembali dipilih sebagai lokasi rukyatul hilal awal Ramadan 2026 di Tuban.

RADARTUBAN – Menjelang penentuan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kementerian Agama kembali menyiapkan titik pemantauan hilal di berbagai daerah.

Di Jawa Timur, total ada 28 lokasi rukyatul hilal yang akan menjadi rujukan penting dalam sidang isbat penentuan awal Syawal.

Menariknya, Kabupaten Tuban turut masuk dalam daftar tersebut. Tepatnya di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori—sebuah titik yang secara geografis dinilai cukup representatif untuk pemantauan posisi bulan.

Sebaran Lokasi dari Pesisir hingga Perbukitan

Berdasarkan data resmi Kemenag, lokasi rukyat tersebar merata, mulai dari kawasan pantai hingga dataran tinggi.

Sejumlah titik berada di pesisir seperti Pantai Srau Pacitan, Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi, hingga Pantai Duta Probolinggo.

Sementara itu, lokasi lain memanfaatkan ketinggian bangunan dan perbukitan. Di antaranya rooftop gedung, lantai tinggi rumah sakit, hingga bukit seperti Bukit Condro Dipo Gresik dan Bukit Wonocolo Bojonegoro.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa pertimbangan. Faktor horizon barat yang terbuka, minim polusi cahaya, serta kondisi cuaca menjadi kunci keberhasilan rukyatul hilal.

Tuban Masuk Radar Pengamatan

Masuknya Tuban dalam daftar ini mempertegas posisi daerah tersebut dalam peta rukyat nasional.

Wilayah Senori yang relatif jauh dari hiruk-pikuk perkotaan memberikan keuntungan tersendiri dalam proses pengamatan.

Selain Tuban, daerah lain yang juga menjadi titik penting antara lain Blitar, Jember, Lamongan, hingga Sumenep.

Bahkan beberapa lokasi berada di institusi pendidikan dan pesantren, menunjukkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam proses ini.

Penentuan Lebaran Tetap Tunggu Sidang Isbat

Meski puluhan titik telah disiapkan, hasil rukyatul hilal tetap akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pusat.

Data visual dari lapangan akan dikombinasikan dengan perhitungan hisab untuk memastikan keputusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara kritis, keberadaan banyak titik rukyat sebenarnya menjadi langkah strategis untuk meminimalkan perbedaan hasil pengamatan.

Namun, faktor cuaca masih menjadi variabel yang sulit dikendalikan, terutama di wilayah pesisir yang rawan tertutup awan.

Lebih dari Sekadar Pengamatan

Rukyatul hilal bukan hanya proses teknis astronomi. Ini juga menjadi simbol penting dalam tradisi keagamaan di Indonesia—menghubungkan sains, keyakinan, dan kebersamaan umat.

Di tengah dinamika perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, upaya sistematis seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk menjaga kepastian sekaligus merawat harmoni.

Bagi masyarakat Tuban, keterlibatan daerahnya dalam proses ini bukan sekadar administratif.

Ada kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari penentuan momen sakral yang dirayakan jutaan umat Islam: hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#syawal #Tuban #kementerian agama #hilal #Jawa Timur