Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Turki Tawarkan Mediasi Konflik AS-Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Namun Belum Dapat Respons

Siti Rohmah • Kamis, 26 Maret 2026 | 19:00 WIB

Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru
Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru

RADARTUBAN - Pemerintah Turki dilaporkan mengajukan diri sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran guna membuka kembali jalur dialog terkait program nuklir Teheran.

Namun, hingga saat ini belum terlihat respons konkret dari kedua negara.

Sumber Diplomatik Ungkap Minimnya Perkembangan

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber diplomatik Turki yang dikutip RIA Novosti, Selasa.

Sebelumnya, media Middle East Eye juga melaporkan bahwa Ankara mengusulkan gencatan senjata sementara di kawasan Timur Tengah sebagai langkah awal menuju perundingan yang lebih luas.

“Turki telah menawarkan peran sebagai mediator bagi Amerika Serikat dan Iran, tetapi sejauh ini belum ada perkembangan nyata yang mengarah pada dimulainya kembali proses negosiasi,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Fokus Perang Timur Tengah! Presiden Donald Trump Tunda Pertemuan Krusial dengan Xi Jinping

Konflik Memanas Sejak Serangan Akhir Februari

Situasi kawasan memburuk sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban di kalangan warga sipil.

Iran Lakukan Serangan Balasan

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut operasi militer itu sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun, kemudian kedua negara menyatakan tujuan yang lebih luas, termasuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Picu Duka Nasional

Dalam eskalasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada hari pertama operasi militer.

Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#timur tengah #iran #nuklir #Amerika Serikat #Teheran #TURKI