RADARTUBAN – Ketegangan pecah di Pelabuhan Sumur Makmur Abadi, Lampung. Ratusan sopir truk bermuatan sembako yang sudah tertahan selama dua hari nyaris terlibat baku hantam.
Pemicunya, sebuah truk bermuatan ayam nekat menyerobot antrean masuk ke dalam kapal, Jumat (27/3).
Berdasarkan pantauan di lokasi, emosi para sopir tak terbendung saat melihat truk pengangkut ternak tersebut melenggang tanpa mengikuti prosedur antrean.
Ratusan sopir yang merasa senasib langsung menghadang kendaraan tersebut. Adu mulut hingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Baca Juga: Antrean Belasan Km di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Terapkan Skema TBB dan Buffer Zone
Dipicu Aksi Serobot Antrean
Kemarahan para sopir ini merupakan puncak dari kejenuhan mereka menunggu di pelabuhan. Salah satu sopir menuturkan, mereka sudah tertahan sejak dua hari lalu.
"Kami sudah antre berhari-hari, tiba-tiba ada yang menyerobot. Jelas teman-teman tidak terima," keluh salah satu sopir di tengah kerumunan.
Truk muatan ayam yang baru datang tersebut langsung dihadang massal. Para sopir yang geram menuntut keadilan agar semua kendaraan mematuhi urutan yang telah ditetapkan oleh pihak otoritas pelabuhan.
Logistik Terancam Membusuk
Kondisi di pelabuhan memang sedang tidak bersahabat. Kemacetan panjang ini merupakan imbas dari kebijakan pembatasan truk melintas menjelang masa angkutan lebaran.
Akibatnya, ribuan ton sembako yang diangkut para sopir terancam busuk karena sudah tertahan hingga empat hari di jalanan dan area parkir pelabuhan.
Minimnya jumlah armada kapal yang beroperasi di dermaga tersebut juga menjadi biang keladi lambatnya proses penyeberangan.
Diketahui, hanya ada dua kapal yang beroperasi, sehingga kapasitas angkut tidak sebanding dengan ribuan truk yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
Menunggu Berakhirnya Pembatasan
Situasi kepadatan ini diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Berdasarkan regulasi yang ada, pembatasan operasional truk ini baru akan berakhir pada 29 Maret mendatang, atau setelah puncak arus mudik dan balik lebaran selesai.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Pelabuhan Sumur Makmur Abadi masih terpantau padat merayap.
Para sopir berharap adanya penambahan armada kapal agar distribusi logistik tidak terhambat lebih lama dan keributan serupa tidak terulang kembali. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni