RADARTUBAN - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak mengalami pemotongan, melainkan justru diperkuat melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Bantah Isu Pemangkasan Anggaran Pendidikan
Pernyataan ini disampaikan Qodari dalam keterangan pers pada Rabu (25/3), menjawab isu-isu yang beredar soal pengurangan belanja pendidikan.
Revitalisasi Sekolah Dorong Kualitas dan Ekonomi
Qodari menjelaskan, program revitalisasi sekolah tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga menciptakan efek multiplier bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Transfer Anggaran Pendidikan ke Daerah Menurun, Kesejahteraan Guru PPPK Terancama
Capaian 2025 Lampaui Target Awal Pemerintah
Pada tahun 2025, revitalisasi sudah mencapai 16.062 satuan pendidikan, melebihi target awal 10.000 sekolah, dengan 11.062 sekolah selesai dibangun dan 105 lainnya masih dikerjakan.
Ia menambahkan ini bukti nyata komitmen pemerintah perkuat anggaran pendidikan.
Anggaran 2026 Meningkat Signifikan
Tahun ini, anggaran revitalisasi dialokasikan sebesar Rp 14,1 triliun untuk 11.744 sekolah, dengan rencana perluas hingga 60.000 unit.
Total alokasi pendidikan 2026 tembus Rp 757,8 triliun, naik 9,8 persen dari Outlook 2025, sesuai amanat konstitusi 20 persen APBN.
Usulan Tambahan Anggaran dan Digitalisasi Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti juga mengusulkan tambahan Rp100 triliun untuk revitalisasi 71.000 sekolah plus digitalisasi.
Pemerataan Akses Pendidikan Jadi Fokus Utama
Pemerintah menekankan, menginginkan program ini menjawab kekhawatiran masyarakat dan memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni